‎16 Tahun Menjelajah Rasa, Maicih Rayakan Rejuvenasi Brand Lewat Pameran Petualangan Maicih & Pedas Rempahnya

Maicih
‎Selama 16 tahun, sosok “Emak” sebagai karakter ikonik Maicih digambarkan terus bertualang—menjelajahi berbagai daerah di Indonesia hingga menembus berbagai negara untuk menemukan cerita dan inspirasi dari keberagaman cita rasa.
0 Komentar

‎Kolaborasi juga berkembang ke ranah seni melalui keterlibatan Art Therapy Center. Berangkat dari cerita perjalanan Emak dan eksplorasi Pedas Rempah, para peserta menuangkan interpretasi mereka ke dalam karya-karya visual yang merepresentasikan sudut pandang, warna, dan imajinasi yang beragam.

‎Co-founder & Creative Strategy Director POT Branding House, Bayurengga Mauludy mengatakan setiap karya menjadi representasi bahwa satu inspirasi dapat diterjemahkan menjadi banyak makna, sekaligus menunjukkan bagaimana identitas baru Maicih dapat hidup melalui medium kreatif yang berbeda.

‎“Setahun setelah POT dan Maicih bersama-sama meracik ulang identitas, menggali kembali karakter Emak dan dunia yang dibangunnya, kini publik dapat melihat ekspresi baru dari perjalanan tersebut. Pedas Rempah bukan hanya soal cita rasa, tetapi semangat untuk memperkuat akar budaya sekaligus membuka ruang interpretasi baru,” katanya.

Baca Juga:bank bjb Kukuhkan Posisi sebagai Bank dengan Layanan Terbaik Melalui Penghargaan INFOBANK-MRI 2026BRI Regional Office Bandung – PKK BRILian Salurkan Paket Sembako ke GMAHK dan Bala Keselamatan

‎Diselenggarakan di Grammars, pameran ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara cerita, kreativitas, dan pengalaman. Pengunjung diajak mengikuti perjalanan Pedas Rempah melalui narasi, visual, serta karya hasil kolaborasi lintas disiplin.

‎Bagi Maicih, kolaborasi tersebut bukan sekadar kerja sama proyek, tetapi bagian dari perjalanan yang terus berkembang untuk menemukan perspektif baru dan menghadirkan pengalaman yang semakin kaya bagi para penikmatnya.

‎Melalui “Petualangan Maicih & Pedas Rempahnya”, Maicih ingin menunjukkan bahwa sebuah identitas tidak berhenti pada produk, tetapi dapat berkembang menjadi ruang eksplorasi yang menghubungkan rasa, cerita, dan karya.

“Karena di balik setiap karya, selalu ada sebuah cerita. Dan setiap cerita akan selalu menemukan cara baru untuk dirayakan,” pungkas Bayu. (rls/rie)

0 Komentar