Teks Khutbah Jumat 10 Juli 2026: Hikmah Mengingat Kematian dalam Islam

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang beberapa hal yang dijauhi Rasulullah SAW. (Pixabay/Kar3nt)
0 Komentar

Hadits ini adalah salah satu kunci spiritual yang luar biasa. Ia menegaskan bahwa mengingat kematian bukan sekadar pemantik kesedihan atau latihan berputus asa dari dunia. Justru sebaliknya, ia adalah terapi jiwa yang bekerja secara berbeda sesuai kondisi kita.

Saat kita dalam kenikmatan, ingat mati menghancurkan keangkuhan dan keserakahan.

Saat kita dalam kesempitan, ingat mati menanamkan rasa syukur dan ridha.

Inilah keseimbangan iman yang sempurna yang Islam tawarkan kepada setiap Muslim.

Hadirin Jamaah shalat Jumat hafidzakumullah

Baca Juga:Viral! Warga Dipersulit Mengurus SIM, Begini Respons Satpas Polrestabes BandungAtta Halilintar dan Aurel Hermansyah Ramaikan Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba di Media Sosial

Imam Abdul Haq bin Abdurrahman al-Asyibili, yang masyhur dengan nama Ibnu al-Kharrath (w. 581 H), memperdalam hikmah dzikrul maut ini dalam karyanya yang monumental, Al-‘Aqibah fi Dzikr al-Maut halaman 60. Ia menjelaskan:

وَأَمَّا ذِكْرُ الْمَوْتِ وَالتَّفَكُّرُ فِيهِ فَإِنَّهُ وَإِنْ كَانَ أَمْرًا مُقَدَّرًا مَفْرُوغًا مِنْهُ فَإِنَّهُ يَكْسِبُكَ بِتَوْفِيقِ اللهِ سُبْحَانَهُ التَّجَافِيَ عَنْ دَارِ الْغُرُورِ وَالْإِنَابَةَ إِلَى دَارِ الْخُلُودِ وَالِاسْتِعْدَادَ لِلْمَوْتِ وَالنَّظَرَ فِيمَا تُقْدِمُ عَلَيْهِ وَيُهَوِّنُ عَلَيْكَ مَصَائِبَ الدُّنْيَا وَيُصَغِّرُ عِنْدَكَ نَوَائِبَهَا. وَاعْلَمْ أَنَّ ذِكْرَ الْمَوْتِ وَغَيْرَهُ مِنَ الْأَذْكَارِ إِنَّمَا يَكُونُ بِالْقَلْبِ وَإِقْبَالِكَ عَلَى مَا تَذْكُرُهُ

Artinya, “Adapun mengingat kematian dan merenunginya, meskipun ia adalah perkara yang telah ditakdirkan dan pasti terjadi, namun dengan taufik Allah SWT ia akan menganugerahkan kepada kita sikap menjauhkan diri dari dunia, kembali menuju negeri yang kekal (akhirat), mempersiapkan diri menghadapi kematian, memandang jauh tentang apa yang akan kita hadapi, serta meringankan cara pandang tentang masalah-masalah duniawi dan menganggap kecil bencana-bencananya. Ketahuilah pula bahwa mengingat kematian itu sejatinya terjadi dalam hati dan kehadiran penuh terhadap apa yang kita ingat.”

Betapa kaya dan nyata manfaat yang diuraikan oleh Ibnu al-Kharrath. Mengingat mati bukan soal menekuk wajah dalam kesedihan berkepanjangan.

Ia adalah latihan spiritual yang mengubah cara pandang secara menyeluruh, yaitu kita melihat dunia lebih proporsional, memandang akhirat lebih serius, dan menghadapi ujian hidup dengan dada yang lebih lapang.

Bahkan Ibnu al-Kharrath memberikan catatan penting bahwa mengingat mati yang sesungguhnya harus benar-benar dihadirkan dan terpatri dalam hati, bukan sekadar gerakan lisan yang kosong.

Imam Ibnu Abi ad-Dunya dalam kitab yang sama juga mencatat sebuah hadits riwayat Abu Abdurrahman al-Hubliy radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda, “Cukuplah kematian sebagai pemisah.”

Setiap perpisahan yang menyakitkan di dunia ini, dari orang-orang yang kita cintai, dari harta yang kita kumpulkan, dari jabatan yang kita banggakan, semuanya hanyalah latihan kecil sebelum perpisahan terbesar, yakni kematian.

0 Komentar