Teks Khutbah Jumat 10 Juli 2026: Hikmah Mengingat Kematian dalam Islam

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang beberapa hal yang dijauhi Rasulullah SAW. (Pixabay/Kar3nt)
0 Komentar

KURASI MEDIA – Teks khutbah Jumat 10 Juli 2026 yang bisa dibacakan oleh para khatib pada pelaksanaan sholat Jumat, nanti.

Teks Khutbah Jumat 10 Juli 2026 kali ini, akan membahas mengenai “Hikmah Mengingat Kematian dalam Islam”.

Kematian adalah akhir dari segala kenikmatan dunia, dan mengingat mati menyimpan hikmah yang luar biasa: ia membersihkan kita dari dosa, menumbuhkan sikap zuhud, dan mengajarkan manusia untuk mempersiapkan bekal terbaik sebelum menyambutnya.

Baca Juga:Viral! Warga Dipersulit Mengurus SIM, Begini Respons Satpas Polrestabes BandungAtta Halilintar dan Aurel Hermansyah Ramaikan Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba di Media Sosial

Teks Khutbah Jumat

Melansir dari laman NU Online, berikut teks khutbah Jumat 10 Juli 2026 yang membahas tentang hikmah mengingat kematian dalam Islam.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْإِنْسَ وَالْجِنَّ لِيُكَلِّفَهُمْ أَنْ يُوَحِّدُوْهُ وَيَعْبُدُوْهُ وَيُقَدِّسُوْهُ وَيُمَجِّدُوْهُ وَيَشْكُرُوْهُ وَلَا يَكْفُرُوْهُ وَيُطِيْعُوْهُ وَلَا يَعْصُوْهُ وَأَرْسَلَ إِلَيْهِمْ رَسُوْلَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُعَزِّرُوْهُ وَيُوَقِّرُوْهُ وَيُطِيْعُوْهُ وَيَنْصُرُوْهُ فَأَمَرَهُمْ عَلَى لِسَانِهِ بِكُلِّ بِرٍّ وَإِحْسَانٍ وَزَجَرَهُمْ عَلَى لِسَانِهِ عَنْ كُلِّ إِثْمٍ وَعُدْوَانٍ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ خَيْرِ الْمُوَحِّدِيْنَ وَالْمُسَبِّحِيْنَ وَالْحَامِدِيْنَ وَالْعَابِدِيْنَ وَالسَّائِحِيْنَ أَعْرَفِ الْخَلْقِ أَجْمَعِيْنَ بِرَبِّ الْعَالَمِيْنَ عِلْمًا وَعَمَلًا وَكَمَالًا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Hadirin Jamaah shalat Jumat hafidzakumullah

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.

Sebab ketakwaan adalah bekal terbaik dalam perjalanan hidup di dunia dan penentu kebahagiaan kita di akhirat kelak. Allah SWT berfirman dalam surah Ali Imran ayat 185:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Q.S. Ali Imran [3]: 185).

Ayat di atas mengajarkan kita bahwa tak satu pun manusia dapat hidup kekal di dunia ini.

Tanpa memandang ia dari kalangan rakyat jelata yang miskin papa, maupun kalangan orang kaya dan para raja.

Bahkan, walau sebesar dan sekuat apa pun pengaruhnya. Karena itu, sangat penting kita mengingat hakikat diri yang diciptakan dari ketiadaan dan akan kembali menuju ketiadaan dalam bentuk kematian.

Baca Juga:Pajak UMKM, Menyelami Semangat Keadilan dalam PP 20 Tahun 2026Jalan Kolaboratif Menahan Laju Kemiskinan di Tengah Badai Ekonomi

Sehingga, salah satu perintah penting yang pernah disampaikan Baginda Nabi Muhammad SAW kepada umatnya adalah perintah untuk memperbanyak mengingat kematian.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, sebagaimana dicatat oleh Imam Ibnu Abi ad-Dunya (w. 281 H) dalam kitabnya Dzikr al-Maut halaman 81, Nabi SAW bersabda:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ الْمَوْتِ؛ فَإِنَّهُ يُمَحِّصُ الذُّنُوبَ، وَيُزَهِّدُ فِي الدُّنْيَا، فَإِنْ ذَكَرْتُمُوهُ عِنْدَ الْغِنَى هَدَمَهُ، وَإِنْ ذَكَرْتُمُوهُ عِنْدَ الْفَقْرِ أَرْضَاكُمْ بِعَيْشِكُمْ

Artinya, “Perbanyaklah mengingat kematian; karena sesungguhnya ia membersihkan dosa-dosa dan menumbuhkan sikap zuhud terhadap dunia. Jika kamu mengingatnya saat dalam kekayaan, ia akan menghancurkan kecintaan pada kekayaan itu; dan jika kamu mengingatnya saat dalam kefakiran, ia akan membuatmu ridha dengan hidupmu.”

0 Komentar