KURASI MEDIA – Guru, siswa hingga mahasiswa dari berbagai wilayah di Tanah Air mengikuti Safety Riding Camp 2026 yang diselenggarakan Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM). Mereka menguji pengetahuan dan keterampilan berkendaranya sekaligus berkompetisi membuktikan siapa yang terbaik dalam mengampanyekan keselamatan berkendara.
Semangat menumbuhkan budaya keselamatan berkendara terus diwujudkan Yayasan AHM melalui Safety Riding Camp (SRC) 2026. Sebanyak 53 duta keselamatan berkendara terbaik dari berbagai daerah di Indonesia kembali dipertemukan untuk memperkuat kompetensi sekaligus mengasah kemampuan mereka dalam mengedukasi masyarakat agar semakin peduli terhadap pentingnya keselamatan di jalan.
Program SRC 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang pembelajaran bagi para Duta Keselamatan Berkendara untuk saling bertukar pengalaman, menguji kemampuan, sekaligus memperkuat bekal mereka sebelum kembali mengedukasi masyarakat. Pada tahun ini, Final Safety Riding Camp 2026 berlangsung pada 7–9 Juli di Astra Honda Motor Safety Riding & Training Center Deltamas, Bekasi.
Baca Juga:Pebalap Muda Astra Honda Melesat Raih Double Podium IHTTC 2026 SepangSuka Touring Jarak Jauh, Atur Waktu Istirahat agar Tetap Fokus dan #Cari_Aman
Dari hasil seleksi regional yang melibatkan 128 peserta sejak April 2026 melalui tema “Keep The Good Vibes with #Cari_aman”, terpilih 53 duta terbaik dari seluruh Indonesia untuk mengikuti final SRC 2026. Mereka adalah 36 duta siswa dan guru SMA/sederajat dari 6 Safety Riding Lab Astra Honda, 9 mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Universitas Jember, serta 8 guru PAUD dari Medan, Yogyakarta, dan Karawang.
“Saya bersyukur dapat mengikuti Safety Riding Camp dan mendapatkan kesempatan belajar bersama para duta dari berbagai daerah. Semoga ilmu yang saya peroleh dapat bermanfaat untuk menginspirasi lebih banyak masyarakat agar berkendara dengan aman,” ujar Nicholas Larhaine Prayitno Putro dari Universitas Jember yang merupakan salah satu peserta SRC 2026.
Selama tiga hari, para peserta tidak hanya diuji kemampuan teori dan praktik berkendara. Mereka juga mempelajari teknik memprediksi potensi bahaya di jalan, mengikuti simulasi menggunakan Honda Riding Trainer (HRT), memperdalam kemampuan komunikasi sebagai edukator, hingga memperoleh pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan.
Bagi para guru PAUD, pembelajaran bahkan dikembangkan melalui metode mendongeng agar pesan keselamatan dapat ditanamkan sejak usia dini. Pada akhir kegiatan, Yayasan AHM memberikan apresiasi kepada para peserta terbaik sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam menyebarkan budaya keselamatan berkendara.
