KURASI MEDIA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengatakan bahwa program Kredit Usaha Rakyat atau KUR Terstruktur yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto kini telah terbukti tepat sasaran.
Hal ini diungkapkan Bang Ara sapaannya, saat menghadiri acara Kolaborasi Progam Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Kementrian PKP – BP Tapera – BRI, di Sumarecon, Kota Bandung, Rabu, 15 Juli 2026.
Selain terbukti tetap sasaran, Ara menyebut bahwa KUR Terstruktur juga saat ini banyak diminati oleh masyarakat. Hal tersebut menurutnya terbukti dengan adanya penambahan kuota yang diberikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian yang semula Rp34 Triliun, menjadi Rp50 Triliun.
Baca Juga:Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Hadirkan Bantuan Pendidikan di SDN Sagalaherang 1SMAN 1 Baleendah Sambut Siswa Baru dengan MPLS Berbasis Karakter dan Wawasan Kebangsaan
“Jadi untuk UMKM di bawah Rp100 juta enggak pakai jaminan, bunganya 0,5 persen, enggak perlu lagi ke rentenir. BRI cepat tuh enggak bertele-tele, enggak ada pungli. Ini sudah jalan, bisa dinikmati oleh rakyat Jawa Barat, rakyat Bandung, rakyat Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu untuk sektor konstruksi seperti kontraktor, developer, hingga toko bangunan, Ara mengatakan dapat meminjam hingga mencapai Rp20 Miliar.
“Nanti bunganya disubsidi 5 persen supaya nanti lahir kelas menengah-menengah baru. Kita jangan bangga kalau penerima bansosnya banyak. Kita baru bangga kalau orang kayanya banyak, tapi bukan dengan korupsi, dan terjadi pemerataan dari bawah ke tengah, tengah ke atas,” ucapnya.
Maka dari itu, melalui hal tersebut, Ara meminta khususnya kepada BRI selaku pemberi jaminan KUR Struktur yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, mampu kembali membuat program masif guna membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
“Tadi saya bilang, kalau bisa bikinlah program Emak-emak naik kelas supaya makin banyak nih emak-emak naik kelas di Kota Bandung di Jawa Barat. Tapi tadi Yang dilakukan BRI sudah bagus dan sudah benar. Rakyat kecil (berpenghasilan rendah) dikasih bunganya 0,5 persen per bulan, 6 persen per tahun. Ini sudah benar, yang tadi kontraktor, developer tapi bukan yang gede-gede, toko bangunan bunganya disubsidi. Itu juga sudah benar, tinggal dilanjutkan,” imbuhnya.
Sementara itu, di tempat yang sama Direktur Consumer Bangking BRI, Aris Hartanto, menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendukung upaya pemerintah dalam membantu masyarakat khususnya terhadap persoalan pembiayaan.
