Ratusan KK di Garut Kesulitan Air Bersih, Krisis Kekeringan Kembali Melanda Desa Cintanagara

Ratusan KK di Garut Kesulitan Air Bersih, Krisis Kekeringan Kembali Melanda Desa Cintanagara
Ratusan KK di Garut Kesulitan Air Bersih, Krisis Kekeringan Kembali Melanda Desa Cintanagara
0 Komentar

Berdasarkan catatan masyarakat, kekeringan terparah sebelumnya berlangsung sejak Mei 2023 hingga 28 Januari 2024. Saat itu, wilayah terdampak meluas hingga Desa Cintanagara, Desa Sindangsari, Desa Pamalayan, dan Desa Cikuray. Sementara pada 2025 kondisi relatif aman karena curah hujan masih mencukupi. Namun memasuki Juni 2026, krisis air bersih kembali terjadi dan hingga kini belum diketahui kapan akan berakhir.

Tokoh masyarakat Kampung Sukaresmi 1, Ustadz Yayat, mengatakan berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan warga untuk mencari sumber air. Sedikitnya tiga titik sumur telah digali sebagai ikhtiar menyediakan pasokan air bersih secara mandiri.

“Sudah dicoba menggali tiga titik sumur. Kedalamannya rata-rata sekitar 60 meter, bahkan ada yang mencapai 90 meter, tetapi tetap tidak mengeluarkan air,” ujarnya.

Baca Juga:Perkuat Keandalan Jaringan, PLN Icon Plus SBU Regional Jabar Laksanakan P3AK di Jalur Cintalaksana KarawangMeriahkan BTV Semesta Berpesta, ICONNET Hadirkan Internet Andal dan Promo Menarik bagi Masyarakat 

Kondisi tersebut membuat masyarakat masih sangat bergantung pada distribusi air bersih dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan minum, memasak, mandi, dan sanitasi sehari-hari.

Tevis Foundation menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan melanjutkan distribusi air bersih selama kebutuhan masyarakat masih tinggi. Di sisi lain, relawan berharap penanganan tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi juga diikuti pembangunan infrastruktur air bersih yang mampu menjadi solusi jangka panjang bagi wilayah-wilayah yang setiap tahun mengalami kekeringan. (**)

0 Komentar