KURASI MEDIA – Hari Anak Nasional menjadi momentum bagi banyak keluarga untuk memberikan ruang lebih bagi anak untuk bermain, bereksplorasi, dan menikmati masa kecilnya. Mulai dari bersepeda, bermain sepak bola, hingga berlarian di taman bersama teman-teman, berbagai aktivitas tersebut bukan hanya membantu tumbuh kembang anak, tetapi juga menciptakan pengalaman yang akan terus mereka kenang hingga dewasa. Di balik aktivitas tersebut, terdapat satu hal yang sering luput dari perhatian orang tua, yaitu bagaimana aroma menjadi bagian dari pengalaman masa kecil yang tersimpan dalam ingatan anak.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa aroma merupakan salah satu pemicu memori paling kuat dibandingkan dengan indra lainnya. Studi yang dipublikasikan dalam Frontiers in Psychology menjelaskan bahwa odor-evoked autobiographical memory atau memori yang dipicu oleh aroma cenderung terasa lebih hidup, emosional, dan bertahan lebih lama dibandingkan memori yang dipicu oleh penglihatan maupun pendengaran. Hal ini terjadi karena sistem penciuman terhubung langsung dengan limbic system, bagian otak yang berperan dalam mengatur emosi dan menyimpan memori.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa masa kecil tidak hanya dibentuk oleh apa yang dilihat atau dilakukan anak, tetapi juga oleh pengalaman sensorik yang mereka rasakan setiap hari. Aroma rumput setelah hujan, wangi pakaian yang baru dikenakan, kesegaran setelah mandi, hingga aroma yang menemani momen dipeluk orang tua dapat menjadi bagian dari memori yang tersimpan dalam ingatan mereka.Penelitian lain dari The Sense of Smell Institute juga menunjukkan bahwa aroma memiliki kemampuan unik dalam membangun hubungan emosional karena diproses langsung oleh pusat emosi di otak. Tidak mengherankan jika banyak orang dewasa masih mampu mengingat aroma tertentu dari masa kecil mereka meskipun telah berlalu puluhan tahun.
Baca Juga:Honda ADV Indonesia Cimahi Chapter Pererat Brotherhood Melalui Extra Ride Part 2 ke Karang Potong Ocean ViewDaftar Promo Indomaret 20-26 Juli 2026, Belanja Lebih Murah Pekan Ini
Tidak hanya membentuk memori, pengalaman sensorik juga berperan dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak. Berbagai studi mengenai perkembangan sensorik menunjukkan bahwa pengalaman yang melibatkan lebih dari satu indra akan lebih mudah tersimpan dalam ingatan dibandingkan pengalaman yang hanya melibatkan satu indra saja. Oleh karena itu, rutinitas setelah bermain seperti membersihkan diri, berganti pakaian, hingga dipeluk orang tua memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar menjaga kebersihan tubuh.
