Rutinitas Setelah Bermain Kini Dimaknai Lebih dari Sekadar Bersih
Seiring meningkatnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya kualitas interaksi bersama anak, rutinitas setelah bermain mulai dipandang sebagai bagian dari quality time keluarga. Saat orang tua membantu anak mandi, memakaikan pakaian yang bersih, mengeringkan rambut, hingga mendengarkan cerita tentang pengalaman mereka bermain hari itu, tercipta pengalaman yang melibatkan sentuhan, perhatian, dan rasa nyaman.Dalam proses tersebut, pengalaman sensorik seperti rasa segar dan aroma yang menyenangkan ikut menjadi bagian dari momen kebersamaan. Bukan lagi sekadar membuat anak harum, tetapi menghadirkan suasana yang membuat anak merasa nyaman, aman, dan dicintai. Pengalaman sederhana inilah yang perlahan membentuk memori positif yang akan terus mereka bawa hingga dewasa.
Selain itu, berbagai penelitian mengenai preferensi aroma pada anak menunjukkan bahwa mereka cenderung menyukai karakter wewangian yang ringan, segar, ceria, dan mudah dikenali. Aroma buah seperti stroberi, apel, jeruk, raspberry, dan yuzu sering diasosiasikan dengan energi positif dan keceriaan, sementara aroma floral yang lembut atau sentuhan vanila memberikan rasa hangat dan nyaman. Temuan ini menunjukkan bahwa memilih aroma untuk anak sebaiknya tidak hanya mengikuti selera orang dewasa, tetapi juga mempertimbangkan karakter aroma yang sesuai dengan dunia anak.
B&B: Aroma Menjadi Bagian dari Pengalaman Tumbuh Kembang Anak
Baca Juga:Honda ADV Indonesia Cimahi Chapter Pererat Brotherhood Melalui Extra Ride Part 2 ke Karang Potong Ocean ViewDaftar Promo Indomaret 20-26 Juli 2026, Belanja Lebih Murah Pekan Ini
Melihat perkembangan tersebut, B&B Kids, brand personal care anak dari PT Kino Indonesia Tbk dengan Formulated for Kids!, memandang bahwa personal care anak saat ini memiliki peran yang lebih luas dibandingkan sekadar membantu menjaga kebersihan tubuh.
Popi Novella, Group Brand Manager B&B Kids, mengatakan bahwa anak tidak hanya mengingat apa yang mereka lakukan, tetapi juga bagaimana mereka merasakan setiap pengalaman bersama orang tua. “Bagi anak, pengalaman setelah bermain tidak berhenti ketika aktivitas selesai. Saat orang tua membantu mereka mandi, memakaikan pakaian bersih, memeluk mereka, hingga menemani mereka bercerita tentang pengalaman hari itu, semua menjadi bagian dari rasa nyaman yang perlahan membentuk memori positif.
