Hari Jadi Ke-81 Jateng: Akses Pendidikan Kian Luas dan Gratis, Harapan Tak Lagi Terkikis

Hari Jadi Ke-81 Jateng: Akses Pendidikan Kian Luas dan Gratis, Harapan Tak Lagi Terkikis
Hari Jadi Ke-81 Jateng: Akses Pendidikan Kian Luas dan Gratis, Harapan Tak Lagi Terkikis
0 Komentar

Penerimaan atlet pelajar kembali dibuka untuk tahun ajaran 2026/2027. Siswa yang lolos memperoleh fasilitas berupa asrama, konsumsi, pembebasan biaya pendidikan dan latihan, perlengkapan atlet, uang saku bulanan, program uji tanding dan kejuaraan, hingga perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Ezar, atlet taekwondo asal Cilacap yang menjadi bagian dari SMANKO, menilai sekolah tersebut memperlihatkan dukungan pemerintah terhadap pembinaan atlet muda.

“Terima kasih Bapak Gubernur Jawa Tengah, dengan kesempatan yang telah diberikan kepada saya, untuk meraih prestasi,” ujarnya.

Baca Juga:Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Gemilang, Angka Kemiskinan Terus BerkurangKunjungi Kontingen Kwarda Jateng di Jamnas XII, Ahmad Luthfi: Pramuka Mencetak Calon Pemimpin Masa Depan

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan, pemerataan akses dan pendampingan terhadap siswa berprestasi harus berjalan beriringan.

“Kami ingin memastikan akses pendidikan merata, sekaligus memberi ruang bagi bakat dan prestasi generasi muda Jawa Tengah untuk tumbuh,” ujarnya.

Jangkauan layanan pendidikan juga diperluas melalui Program Beasiswa Sister Province. Pemprov Jateng memfasilitasi siswa dari keluarga kurang mampu untuk menempuh pendidikan di Korea Selatan. Program tersebut dirancang sebagai pendidikan berbasis kompetensi kerja agar lulusannya mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

Animo terhadap program itu juga tinggi. Sebanyak 1.825 orang mendaftar, kemudian mengerucut menjadi 100 peserta dan kembali diseleksi menjadi 62 orang. Mereka menjalani pelatihan dan ujian kemampuan bahasa Korea sebagai salah satu tahapan penentuan keberangkatan. Kebutuhan utama, mulai dari pelatihan, tes, pendidikan, visa, hingga proses keberangkatan, difasilitasi melalui dukungan pemerintah dan mitra program.

Data Dinas Pendidikan Jawa Tengah per 22 Juli 2026, sebanyak 59 peserta telah memasuki proses pembuatan visa sebelum keberangkatan ke Korea Selatan. Perkembangan itu menunjukkan program beasiswa telah bergerak dari proses seleksi menuju tahap pemberangkatan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, Beasiswa Sister Province bukan semata-mata program pengiriman pelajar ke luar negeri. Program tersebut ditempatkan sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan.

“Ini salah satu dari program kita untuk masalah penuntasan kemiskinan,” kata Sumarno.

Baca Juga:Auliana, Mahasiswa Telkom University yang Memilih Turun ke Sungai Tangani Banjir94 OKP dan PK KNPI Se-Kabandung Terima Kartu BPJS Ketenagakerjaan dari Bupati KDS

Dari ruang kelas sekolah swasta, asrama atlet di Jatidiri, pesantren, hingga kampus-kampus di dalam dan luar negeri, layanan pendidikan Jawa Tengah menjangkau kebutuhan dan potensi yang berbeda. Kesempatan belajar tidak semestinya ditentukan oleh kemampuan ekonomi, keterbatasan daya tampung sekolah negeri, maupun kedekatan dengan pihak tertentu.

0 Komentar