KURASI MEDIA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah kembali mendapat apresiasi atas komitmennya dalam menjaga lingkungan di wilayahnya.
Teranyar, Pemprov Jateng meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri dan Tempo Media Group untuk kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Penghargaan itu diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam acara Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi regional Jawa-Bali batch II-2026 di Bali Nusa Dua Convention Center Bali, Jumat, 28 Agustus 2026 malam.
Baca Juga:Investasi Tak Lagi Harus Rumit, bank bjb Hadirkan Pilihan SR025 Mulai Rp1 JutaIntip Gaya Ikonik Tenxi, Ini Barang yang Dicari Saat Scroll Shopee 9.9 Super Shopping Day
Provinsi lain yang juga mendapat apresiasi dalam kategori tersebut adalah Jawa Timur. Sementara di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Wonosobo menjadi yang terbaik dalam kategori tersebut.
Dalam kesempatan itu, Luthfi menjelaskan, upaya pengelolaan sampah di wilayahnya sudah terbagi dalam beberapa klaster. Misalnya, pengelolaan sampah untuk volume di atas seribu ton per hari, dilakukan dengan model aglomerasi dan regional untuk kebutuhan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Sementara volume sampah 100-200 ton per hari dikelola dengan model RDF (Refuse Derived Fuel).
Model aglomerasi ini sudah mulai dikerjakan melalui kerja sama dengan Danantara, dengan mengubah sampah menjadi energi listrik. Seperti di Semarang Raya (Kota Semarang dan Kabupaten Kendal), Pekalongan Raya (Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang), Tegal Raya (Kita Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes). Kemudian ada juga aglomerasi Soloraya mencakup Kota Surakarta, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Boyolali, dan Kota Salatiga.
Sedangkan model RDF sudah dipraktikkan di Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Kudus, serta Kabupaten Magelang. Sampah dijadikan bahan bakar pabrik semen.
Persoalan timbulan sampah juga sudah disiapkan beberapa skema penanganan. Misalkan timbunan sampah di TPA Jatibarang Kota Semarang, rencana akan menggandeng KSAD untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar solar. Selanjutnya di Soloraya juga sedang didorong untuk pengolahan timbulan sampah. Sudah ada investor yang diarahkan untuk melihat peluang pengembangan sektor tersebut.
Meskipun demikian, lanjut Luthfi, pengelolaan sampah tidak hanya terkait mengolah timbunan sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) saja. Jauh dari itu, pengelolaan di sektor hulu juga menjadi target penanganan. Menurutnya, penyelesaian masalah sampah juga harus diawali dari kesadaran masyarakat. Karenanya, program desa mandiri sampah menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran tersebut.
