Di sisi lain, bank bjb juga membuka peluang integrasi DigiCash bank bjb sebagai Source of Fund (SoF) pada aplikasi C-Access. Integrasi ini diharapkan dapat memperluas pilihan sumber dana sekaligus memberikan pengalaman transaksi yang lebih mudah dan terintegrasi bagi pengguna.
Dengan pengembangan tersebut, ekosistem transaksi diharapkan dapat berlangsung secara lebih seamless, praktis, mudah dan terintegrasi. Pada saat yang sama, integrasi layanan digital juga berpotensi mendorong peningkatan volume transaksi digital serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan fee based income bank bjb.
Tidak berhenti pada pembayaran digital, ruang sinergi bank bjb dengan KAI Commuter juga terbuka dalam berbagai aspek lainnya, antara lain pengelolaan dana, payroll, akuisisi nasabah, QRIS dan merchant, loyalty program, corporate banking, serta cash management.
Baca Juga:Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini, bank bjb dan Perguruan YKTB Bogor Hadirkan Bank Edu YKTBbank bjb dan MNC Finance Perkuat Sinergi Bisnis melalui Kerja Sama Asset Buy
Pengembangan berbagai potensi tersebut menunjukkan bahwa hubungan bank bjb dan KAI Commuter memiliki ruang untuk tumbuh menjadi strategic partnership yang memberikan manfaat komersial sekaligus menciptakan nilai tambah bagi kedua perusahaan.
Bagi bank bjb, sinergi tersebut menjadi bagian dari strategi untuk terus memperluas jangkauan produk dan layanan, khususnya dengan memasuki berbagai ekosistem yang memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat. Transportasi publik menjadi salah satu ekosistem strategis karena memiliki intensitas interaksi dan transaksi yang tinggi setiap harinya.
Sementara bagi KAI Commuter, dukungan ekosistem layanan perbankan diharapkan dapat turut memperkuat kualitas pengalaman pengguna, terutama melalui kemudahan pembayaran dan pemanfaatan layanan digital. Hal tersebut sekaligus mendukung upaya KAI Commuter dalam menghadirkan layanan transportasi perkotaan yang semakin inovatif, efisien dan terintegrasi.
Sebagai infomasi, KAI Commuter melayani jaringan sekitar 210 stasiun dan memiliki jaringan rel sepanjang sekitar 609,38 kilometer yang menghubungkan berbagai wilayah strategis. Layanan tersebut mencakup wilayah Jabodetabek, Merak, Bandung Raya, Garut, Yogyakarta–Palur, Surabaya, Walahar–Jatiluhur, hingga Bandara Soekarno-Hatta.
Khusus wilayah Jabodetabek, layanan KRL KAI Commuter menjadi salah satu tulang punggung mobilitas masyarakat perkotaan dengan volume pengguna yang sangat besar, yakni sekitar 350 juta penumpang per tahun. Besarnya jaringan dan basis pengguna tersebut menjadikan KAI Commuter sebagai bagian penting dari ekosistem transportasi publik sekaligus memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem transaksi digital.
