“Melalui Bank Edu YKTB, kami ingin memberikan pengalaman kepada para pelajar untuk mengenal layanan dan aktivitas perbankan secara lebih dekat. Tidak hanya mendorong budaya menabung melalui bjb Simpel, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pembelajaran dan pengalaman praktik yang relevan dengan dunia industri,” ujar Anet Yulisthian.
Ia menambahkan, literasi keuangan bukan hanya mengenai kemampuan menggunakan produk perbankan, tetapi juga bagaimana seseorang memahami kebutuhan, membedakan kebutuhan dan keinginan, merencanakan penggunaan uang, serta mengambil keputusan keuangan secara bijak. Karena itu, pengenalan terhadap pengelolaan keuangan sejak dini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda.
Menurut Anet, semakin dekat pelajar dengan edukasi keuangan, semakin besar pula kesempatan mereka untuk memahami fungsi berbagai produk dan layanan keuangan secara tepat. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu siswa membangun kebiasaan finansial yang sehat, mulai dari menabung, merencanakan kebutuhan, hingga memahami pentingnya menggunakan layanan keuangan formal secara bertanggung jawab.
Baca Juga:bank bjb dan MNC Finance Perkuat Sinergi Bisnis melalui Kerja Sama Asset BuyMenyeberang Laut dari Ambon ke Banda Neira, Kisah Vio Menjangkau Nasabah Ultra Mikro dari Rumah ke Rumah
Selain sebagai sarana pengenalan layanan perbankan, Bank Edu YKTB dirancang sebagai teaching factory yang dapat mendukung proses pembelajaran berbasis praktik. Konsep tersebut memberikan ruang kepada siswa untuk memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan lingkungan kerja dan mengenal proses pelayanan perbankan secara langsung.
Fasilitas Bank Edu khususnya dapat dimanfaatkan oleh siswa dari program keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), serta Pemasaran. Melalui fasilitas tersebut, siswa dapat mengenal berbagai aspek yang berkaitan dengan pelayanan, transaksi, administrasi, komunikasi dengan nasabah, hingga proses kerja yang relevan dengan industri jasa keuangan.
Dengan pendekatan tersebut, Bank Edu YKTB diharapkan dapat menjadi jembatan antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dengan perkembangan industri.
Ketua Yayasan Perguruan YKTB, H. Tb. M. Fatturahman, S.E., menyambut baik kolaborasi antara Perguruan YKTB Bogor dan bank bjb melalui kehadiran Bank Edu YKTB. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya YKTB menghadirkan pembelajaran yang semakin dekat dengan kebutuhan dunia kerja. Fasilitas ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk tidak hanya memahami pembelajaran secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik yang dapat menunjang kompetensi.
