KURASI MEDIA — Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Kota Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan kualitas pendidikan Islam melalui perhelatan akbar bertajuk Islamic Youth Festival (IYF) 2026. Ajang prestisius yang dihelat pada tanggal 3 Oktober 2026 ini sukses menyedot perhatian ratusan pelajar dari berbagai sekolah, baik swasta maupun negeri, di seluruh penjuru Kota Bandung.
Sebagai informasi, JSIT (Jaringan Sekolah Islam Terpadu) sendiri merupakan wadah strategis bagi sekolah-sekolah Islam untuk berkolaborasi, berinovasi, serta melakukan penguatan kualitas pendidikan secara berkesinambungan guna mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. Festival tahun ini dipusatkan di dua lokasi berbeda yang sarat akan semangat juang dan kreativitas, yakni Lapangan Attelo Futsal sebagai arena pertandingan olahraga, serta Kampus SDIT Al Fitrah yang menjadi pusat perlombaan akademik dan seni.
Rangkaian acara yang penuh semarak ini diawali dengan laporan kegiatan yang disampaikan oleh ketua panitia, Ibu Fidoh Zuhriyah, S.Pd. Dalam laporan resminya, beliau memaparkan rincian partisipasi peserta yang sangat luar biasa dari berbagai jenjang pendidikan. Tercatat, turnamen futsal diikuti oleh 8 tim tingkat SD (U-12) dan 8 tim tingkat SMP (U-15) yang berasal dari beragam sekolah Islam swasta maupun sekolah negeri di Kota Bandung. Sementara itu, antusiasme tinggi juga terlihat pada cabang Lomba Tahfidz yang diikuti oleh 48 peserta tingkat SD dan 10 peserta tingkat SMP, serta Lomba Menggambar yang diramaikan oleh 35 peserta tingkat SD.
Baca Juga:Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jadi Momentum Perbarui Komitmen Alumni untuk Unpad dan MasyarakatSMP Islam Cendekia Muda Terapkan Nilai Keislaman dalam Keseharian Siswa
Visi Besar Membangun Generasi TangguhKetua JSIT Kota Bandung, Sulaeman, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival ini tidak hanya sekadar mencari pemenang, melainkan sebuah ikhtiar bersama dalam mengusung tema besar: “Membangun Generasi Muda Indonesia yang Tangguh, Berkompeten, dan Berperan Aktif”.
Lebih lanjut, Sulaeman memaparkan empat poin utama yang menjadi tujuan strategis dari kegiatan ini:
1. Meningkatkan Kemampuan dan Keterampilan: Mengasah kapasitas pemuda dan siswa Indonesia agar lebih siap dan tangguh dalam menghadapi dinamika tantangan global maupun lokal yang terus berkembang.
2. Penguatan Organisasi dan Komunitas: Membangun serta menguatkan struktur organisasi sekolah dan komunitas pemuda agar berjalan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.
