KURASI MEDIA – Pendidikan agama tidak selalu berhenti pada materi yang disampaikan di ruang kelas. Di SMP Islam Cendekia Muda, nilai-nilai Islam diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan sekolah, mulai dari pembelajaran, kebiasaan ibadah, interaksi antarsiswa, hingga kegiatan organisasi dan proyek.
Kepala SMP Islam Cendekia Muda, Febrie Maulina, S.P., mengatakan sekolah menggunakan konsep Allah Centered Education sebagai salah satu landasan dalam menjalankan pendidikan.
Konsep tersebut diterapkan dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam berbagai aktivitas sekolah.
Baca Juga:Hari Anak Nasional 2026: BRI Peduli Ini Sekolahku Salurkan Bantuan Pendidikan di SDN 104 LangensariAhmad Luthfi Dampingi Prabowo Kunjungi Sekolah di Cilacap, Para Siswa Respons Positif Program MBG
“Semua pembelajaran, aktivitas, program guru dan siswa, sampai aturan sekolah, kita dasarkan pada apa yang Allah inginkan sesuai Al-Qur’an dan Sunnah,” ujar Febrie.
Menurut Febrie, pendekatan tersebut tidak berarti pelajaran agama berdiri sendiri dan terpisah dari pelajaran umum. Guru juga didorong untuk menghubungkan materi yang diajarkan dengan nilai-nilai Islam.
Dalam pembelajaran biologi, misalnya, materi mengenai tubuh manusia dapat dikaitkan dengan kebesaran Allah, kesehatan, serta tuntunan yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadis.
Dengan cara tersebut, sekolah berupaya agar nilai agama tidak hanya dipahami sebagai teori, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan siswa.
Kebiasaan Keagamaan Menjadi Bagian dari Keseharian
Salah satu program yang diterapkan sekolah adalah mutabaah, yaitu pemantauan dan evaluasi terhadap ibadah siswa. Program tersebut memiliki target tertentu dan menjadi bagian dari proses pendampingan siswa. Hal tersebut dirasakan langsung oleh Ziyad Fawaz Makwan, siswa kelas 9 yang telah menempuh pendidikan di Cendekia Muda sejak SD.
Menurut Ziyad, lingkungan sekolah membuat praktik keagamaan lebih mudah dijalani karena dilakukan bersama-sama.
“Sekolah ini kayak support banget sama agama Islam, jadinya aku juga menjalani itu enak aja. Di sekolah ini ada yang menjalani juga, jadinya aku enjoy” kata Ziyad.
Baca Juga:GEKRAFS Kota Bandung Resmi Dilantik, Kolaborasi Jadi Kunci Pertahankan Status Kota Kreatif DuniaYili Indonesia Ajak Generasi Muda Bandung Peduli Lingkungan Melalui Edukasi Daur Ulang Sampah Plastik
Ia juga melihat sistem mutabaah dapat mendorong siswa untuk memperbaiki kebiasaan ibadah.
“Anak-anak yang kurang ibadahnya jadi lebih kebawa juga karena sistemnya itu. Jadi kayak, ‘wah, aku harus ibadahnya bagus nih, sesuai target biar rapot aku juga bagus’,” ujarnya.
