Slamet Trail Run 2026 Jadi Upaya Pulihkan Wisata Guci Tegal

Slamet Trail Run 2026 Jadi Upaya Pulihkan Wisata Guci Tegal
Slamet Trail Run 2026 Jadi Upaya Pulihkan Wisata Guci Tegal
0 Komentar

KURASI MEDIA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memanfaatkan gelaran Slamet Trail Run 2026 untuk menghidupkan kembali kunjungan ke obyek wisata Guci, Kabupaten Tegal, setelah banjir bandang yang sempat melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.

Melalui ajang lari lintas alam ini, ribuan peserta dari berbagai daerah diharapkan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mengenalkan kembali kondisi wisata Guci yang kini telah kembali beroperasi normal.

“Kita perlu menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa kondisi Guci itu sebenarnya dari sisi wisata baik-baik saja,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno saat konferensi pers Slamet Trail Run dan Kejurda ALTI Jateng 2026 di Gulala Azana Resort Guci, Kabupaten Tegal pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Baca Juga:Menaklukkan Lintasan Slamet Trail Run 2026: Kala Jalur Ekstrem Berjumpa Keramahan WargaBukan Sekadar Kompetisi, Porprov Jateng XVII Diproyeksikan Jadi Pijakan Prestasi Atlet Menuju PON 2028

Sebab, sebanyak 1.031 peserta mengikuti kegiatan tahun ini. Mereka terdiri atas 908 peserta umum dan 123 peserta Kejuaraan Daerah (Kejurda) Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Jawa Tengah. Kehadiran peserta dari luar daerah menjadi peluang bagi wisata Guci untuk kembali menarik perhatian wisatawan.

Upaya tersebut juga melibatkan masyarakat setempat. Panitia menyebut sekitar 90 persen personel penyelenggara merupakan warga lokal. Selain itu, kegiatan ini menggandeng warga desa, pengelola basecamp, pelaku UMKM, hingga kelompok kesenian rakyat.

Selain untuk mendongkrak pariwisata, Slamet Trail Run tahun ini juga dipadukan dengan Kejurda ALTI Jawa Tengah.

Sumarno, yang juga menjabat Ketua ALTI Jateng ini mengatakan, penggabungan kedua agenda tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan olahraga lari trail, baik dari sisi rekreasi maupun prestasi.

Menurutnya, ALTI yang kini berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) memiliki tanggung jawab lebih besar dalam pembinaan atlet. Kejurda menjadi salah satu kesempatan untuk mengidentifikasi pelari potensial yang dapat dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

“Target kita tentu saja ingin emas. Tapi hari ini kita menargetkan untuk bisa menjaring atlet-atlet yang akan kita kirim pada PON yang akan datang di 2028,” kata Sumarno.

Atlet yang teridentifikasi nantinya masih akan menjalani pembinaan lanjutan sebelum dipersiapkan menghadapi kompetisi nasional tersebut.

Baca Juga:Kebakaran Gunung Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Minta Percepat RehabilitasiRaih Penghargaan Investasi, Ahmad Luthfi Sukses Pacu Ekonomi Jawa Tengah

Sementara itu, Sekda Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, mengatakan kegiatan seperti ini memberi peluang baru bagi perekonomian masyarakat. Ia memastikan fasilitas wisata Guci, termasuk penginapan, siap menyambut para peserta.

0 Komentar