Dugaan Operasi Internal di Tubuh Polri: Dua Jenderal Disebut Ditahan, Nama Listyo Sigit Ikut Terseret

Dugaan Operasi Internal di Tubuh Polri: Dua Jenderal Disebut Ditahan, Nama Listyo Sigit Ikut Terseret
Dugaan Operasi Internal di Tubuh Polri: Dua Jenderal Disebut Ditahan, Nama Listyo Sigit Ikut Terseret
0 Komentar

Pesan WhatsApp yang beredar juga belum mampu merinci korelasi antara isu penyadapan Istana, pemeriksaan terhadap Listyo Sigit, serta kabar penahanan Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso.

Tanggapan Resmi Polri dan Kondisi di Lapangan

Menanggapi derasnya spekulasi yang bergulir, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, belum memberikan keterangan yang substantif.

Ketika menggelar konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada Selasa (3/11/2026), Isir tidak menampik adanya kehebohan di kalangan awak media.

Baca Juga:Susi Sulastri: PUG Harus Jadi Bagian Kebijakan Pembangunan, Bukan Sekadar Program PerempuanDari Hunian Terjangkau Menuju Kota yang Hidup, HWB Purwakarta Mulai Serah Terima 1.500 Unit

“Saya paham rekan-rekan lagi (kasak-kusuk membicarakan sesuatu),” ujar Isir.

Ia menambahkan bahwa penjelasan secara komprehensif akan segera disampaikan dalam waktu dekat.

“Nanti ada saatnya, ya. Mungkin ndak lama lagi, ya. Oke, makasih ya,” imbuhnya.

Di sisi lain, sejumlah jurnalis melaporkan sempat melihat kehadiran personel Brimob yang mendatangi kawasan Mabes Polri sejak sore hingga malam hari sebelumnya. Meskipun demikian, belum ada penjelasan resmi perihal alasan kedatangan pasukan tersebut dan hubungannya dengan isu penangkapan petinggi Polri.

Urgensi Transparansi Informasi

Mencuatnya nama-nama seperti Ahrie Sonta, Eko Hadi Santoso, dan Kombes Pol. Ferly Hediyat memicu desakan publik agar Polri segera memberikan keterbukaan informasi.

Mabes Polri dinilai perlu memberikan kepastian mengenai benar atau tidaknya pemeriksaan terhadap Listyo Sigit beserta pihak lainnya, status penahanan Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso, serta substansi perkara yang melatarbelakangi langkah penindakan tersebut.

Apabila benar terdapat investigasi ihwal dugaan penyadapan Istana, maka persoalan ini menyangkut pelanggaran berat yang berkaitan dengan penyalahgunaan wewenang serta jaringan institusi penegak hukum untuk menerobos sistem komunikasi di pusat kekuasaan negara.

Baca Juga:Rusun Jadi Solusi Hunian, DPRD Bandung Soroti Keterjangkauan dan Kualitas PengelolaanViral! Iklan no na x Shopee Penuhi Timeline Media Sosial

Kendati demikian, sebelum ada konfirmasi definitif serta alat bukti yang valid, seluruh narasi seputar penangkapan, pemeriksaan, dan skandal penyadapan ini wajib dipandang sebagai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. (red)

0 Komentar