Kontroversi Pengibaran Bendera One Piece, Ketua MUI:  Aspirasi Keprihatinan Anak Bangsa

Kontroversi pengibaran bendera one piece.
Kontroversi pengibaran bendera one piece.
0 Komentar

KURASI MEDIA – Kontroversi pengibaran bendera One Piece yang bersanding dengan sang Saka Meah Putih menjelang peringatan Kemerdekaan RI masih terus menjadi sorotan publik. Ada yang Pro dan Kontra, salah satunya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua MUI Bidang Infokom KH Masduki Baidlowi melalui salahs atu unggahan di laman resmi mui.or.id menganggap bahwa pengibaran bendera tersebut merupakan aspirasi keprihatinan dari sekelompok anak bangsa.

“Pengibaran bendera one piece bisa dipahami sebagai aspirasi dari sekelompok anak bangsa yang ingin menampilkan suasana keprihatinan.” ujarnya dikutip dari mui.or.id.

Baca Juga:Kabar Terbaru Aplikasi 68 EA, Setelah Susah WD Kini Mulai Tarik PajakIngin Punya Rumah di Surga? Lakukan Amalan Sederhana Ini

Meski demikian, Masduki Baidlowi meminta aparat penegak hukum menindak secara persuasif terkait pengibaran bendera one piece tersebut.

“Kalau saya sih setuju dilakukan langkah-langkah persuasif, karena banyak anak muda yang kreatif bisa dilarikan ke soal-soal yang solutif dan bisa kreatif membangun bangsa ke depan,” ujarnya di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat.

Dia menegaskan, sebagai negara yang menjunjung tinggi kebebasan, aparat penegak hukum tidak bisa menghadangnya dengan kekerasan. Meskipun, dia menilai bahwa pengibaran bendera one piece jelang HUT ke-80 RI tidak tepat waktunya.

“Tapi setidaknya itu tidak tepat waktu, dan sebaiknya kita himbau kepada generasi muda, yang mengibarkan hal-hal semacam itu, saya kira waktunya tidak pas,” ujarnya.

Kiai Masduki menjelaskan, kondisi negara sekarang ini sedang dalam masa transisi kekuasaan dari Presiden ke-7 Jokowi ke Presiden Prabowo.

“Kondisi ekonominya masih penuh tantangan ke depan yang harus kita bangun. Kemudian suasana kebatinan, kita susun bersama, melangkah bersama secara integral, ini membutuhkan suasana di bulan Agustus ini untuk membangun batin semangat ke depan,” ungkapnya.

Kiai Masduki menerangkan, pengibaran bendera dikibarkan saat bangsa Indonesia sedang dan akan melakukan kegiatan-kegiatan yang sangat dihormati, yaitu kegiatan kebangsaan, saat negara ini lahir.

Baca Juga:Hari Terakhir, Begini Cara Mencairkan Bantuan Rp600.000 dari BSU 2025 di Kantor Pos Daftar Langsung Dapat Saldo Gratis Rp50.000 dari Aplikasi ERC, Cek Caranya di Sini, Benarkah Aman?

“Biasanya disaat-saat seperti itu, nuansa batin dari bangsa Indonesia tercipta dimulai awal Agustus. Kalau di Surabaya 10 November itu bahkan bukan bulan Juli sudah ada nuansa gerakan suasana batinnya dihidupkan kembali. Sehingga warga Surabaya lebih antusias dibandingkan tempat lainnya di dalam menggelorakan nilai-nilai kebangsaan,” terangnya.

0 Komentar