Profil Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Baru Pengganti Sri Mulyani

Profil Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Baru Pengganti Sri Mulyani
Pelantikan Menteri Keuangan Baru Purbaya Yudhi Sadewa (radar cirebon)
0 Komentar

KURASI MEDIA – Reshuffle kabinet yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada awal September 2025 mengejutkan publik dan pasar keuangan. Salah satu keputusan paling menyita perhatian adalah pergantian Sri Mulyani Indrawati dengan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.

Bagi sebagian masyarakat, nama Purbaya mungkin belum seterkenal pendahulunya. Namun, rekam jejak panjangnya di bidang ekonomi, keuangan, dan kebijakan publik menjadikannya figur yang dipandang mampu menjawab tantangan besar yang tengah dihadapi Indonesia.

Latar Belakang Pendidikan dan Awal Karier

Purbaya Yudhi Sadewa menempuh pendidikan di bidang ekonomi hingga tingkat doktoral. Ia mengawali kariernya sebagai akademisi dan peneliti yang banyak menyoroti isu-isu makroekonomi, kebijakan fiskal, serta stabilitas keuangan.

Baca Juga:Pasar Khawatir, IHSG Jatuh Setelah Reshuffle: Analisis Sebut Investor Kehilangan KompasMenkeu Purbaya Optimis Ekonomi Bisa Bangkit Cepat Menuju Target 8%

Purbaya dikenal sebagai sosok yang teliti, berbasis data, dan kerap menekankan perlunya kebijakan ekonomi yang berlandaskan riset mendalam. Sejak awal, ia sudah aktif dalam memberikan analisis terkait arah pembangunan ekonomi Indonesia, termasuk strategi meningkatkan daya saing di era global.

Perjalanan di Pemerintahan dan Lembaga Keuangan

Sebelum dipercaya menjadi Menteri Keuangan, Purbaya memiliki pengalaman panjang di birokrasi. Ia pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Makroekonomi dan Keuangan di Kementerian Koordinator Perekonomian. Dalam posisi itu, ia terlibat langsung dalam perumusan kebijakan strategis yang memengaruhi arah perekonomian nasional.

Selain itu, Purbaya juga pernah menjadi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Lembaga ini berperan vital dalam menjaga stabilitas perbankan Indonesia, terutama di tengah dinamika global dan ancaman krisis finansial. Kepemimpinannya di LPS dianggap sukses dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan nasional.

Pengalaman di LPS memberi Purbaya pemahaman yang mendalam mengenai manajemen risiko keuangan, krisis perbankan, dan strategi menjaga likuiditas. Hal inilah yang membuat dirinya dinilai cocok menakhodai Kementerian Keuangan.

Visi Ekonomi Purbaya: Optimisme Menuju Pertumbuhan 8%

Setelah resmi dilantik, Purbaya langsung menggebrak dengan pernyataan optimistis bahwa ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga 8% dalam beberapa tahun ke depan. Ia menilai potensi besar Indonesia, mulai dari bonus demografi hingga kekayaan sumber daya alam, bisa dimaksimalkan dengan strategi fiskal yang tepat.

0 Komentar