“Transisi dakwah kini mulai bergerak dari kalangan senior ke generasi Gen Z. Kami ingin membuka ruang berpikir anak muda sekaligus mendorong mereka mengembangkan potensi ekonomi. Karena itu, literasi keuangan syariah menjadi salah satu fokus utama dalam acara ini,” ujar Fajar.
Ia menambahkan, rendahnya literasi keuangan masih menjadi persoalan di tengah masyarakat, terutama di kalangan anak muda. Melalui edukasi tersebut, diharapkan Gen Z mampu mengelola keuangan dengan lebih baik. Tiga visi utama yang diusung untuk generasi ini adalah berakhlak, berilmu, dan berwirausaha.
Kehadiran puluhan tenant UMKM binaan Bidang Ekonomi Persis dalam expo ini, lanjut Fajar, menjadi bukti konkret komitmen organisasi dalam mendorong kemandirian ekonomi umat.
Baca Juga:Contoh Teks Kultum Ramadhan Singkat 5–7 Menit, Menyentuh dan Mudah DihafalPersis Ramadhan Expo 2026 di TSM Bandung, Sinergikan Dakwah, Pendidikan, dan Ekonomi Umat
Expo ini juga menjadi bagian dari langkah strategis Persis dalam melakukan rebranding agar lebih dekat dengan ranah populer (pop culture). Upaya tersebut merupakan bagian dari cetak biru yang telah disiapkan sejak beberapa tahun terakhir.
Pada 2023, Persis menerbitkan buku berjudul Persis Menyongsong Abad Kedua sebagai penanda pembaruan jilid dua. Kemudian pada 2024, organisasi mulai memperkuat literasi kebudayaan sebagai salah satu lompatan strategis.
“Secara dakwah, kami ingin menegaskan kepada publik bahwa dakwah Persis bersifat inklusif. Dari sisi pendidikan, kami ingin menunjukkan peran dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini adalah ikhtiar agar kebermanfaatan Persis semakin luas,” ujar Fajar.***
