Teks Khutbah Jumat 17 April 2026: Menata Niat dalam Bekerja Agar Bernilai Ibadah di Sisi Allah

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang bekerja. (Pixabay/StartupStockPhotos)
0 Komentar

KURASI MEDIA – Teks khutbah Jumat 17 April 2026 yang bisa dibacakan oleh para khatib pada pelaksanaan sholat Jumat, nanti.

Teks Khutbah Jumat 17 April 2026 kali ini, akan membahas mengenai “Menata Niat dalam Bekerja Agar Bernilai Ibadah di Sisi Allah”.

Bekerja pada dasarnya adalah fitrah manusia. Setiap orang memiliki kebutuhan hidup yang harus dipenuhi, dan pekerjaan menjadi sarana utama untuk mencapainya.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Kamis 16 April 2026Laga Persib Lawan Dewa United Bakal Digelar Tanpa Penonton?

Namun dalam Islam, bekerja tidak hanya dilihat dari sisi duniawi semata.

Teks Khutbah Jumat

Melansir dari laman NU Online, berikut teks khutbah Jumat 17 April 2026 yang membahas tentang menata niat dalam bekerja agar bernilai ibadah di sisi Allah.

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ لِكُلِّ أُمَّةٍ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَخَصَّ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِأَوْضَحِهِمَا أَحْكَامًا وَحِجَاجًا ، وَهَدَاهُمْ إلَى مَا آثَرَهُمْ بِهِ عَلَى مَنْ سِوَاهُمْ مِنْ تَمْهِيدِ الْأُصُولِ وَالْفُرُوعِ وَتَحْرِيرِ الْمُتُونِ وَالشُّرُوحِ لِتُسْتَنْتَجَ مِنْهَا الْعَوِيصَاتُ اسْتِنْتَاجًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِي مَيَّزَهُ اللَّهُ عَلَى خَوَاصِّ رُسُلِهِ مُعْجَزَةً وَخَصَائِصَ وَمِعْرَاجًا. صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِينَ فَطَمُوا أَعْدَاءَ الدِّينِ الْقَوِيمِ عَنْ أَنْ يُلْحِقُوا بِشَيْءٍ مِنْ مَقَاصِدِهِ أَوْ مُبَادِيهِ شُبْهَةً أَوْ اعْوِجَاجًا.صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ بِدَوَامِ جُودِهِ الَّذِي لَا يَزَالُ هَطَّالًا ثَجَّاجًا

أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِيْنَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah

Dalam kesempatan yang penuh berkah ini, khatib berwasiat kepada hadirin sekalian terutama untuk diri khatib pribadi, untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala.

Sebab, takwa adalah kunci kebaikan di dunia maupun di akhirat. Syekh Abi Bakr Syatta dalam kitab Kifayatul Atqiya halaman 21 mengatakan:

‎لَا يَنَالُ خَيْرًا عَاجِلًا وَلَا آجِلًا إِلَّا بِالتَّقْوَى وَلَا يُدْفَعُ شَرٌّ عَاجِلًا وَلَا آجِلًا ظَاهِرًا وَلَا بَاطِنًا إِلَّا بِالتَّقْوَى وَهِيَ وَصِيَّةُ اللَّهِ لِلأَوَّلِينَ وَالأَخِرِينَ

Artinya: “Tidaklah seseorang memperoleh kebaikan yang segera maupun yang akan datang kecuali dengan takwa. Dan tidaklah seseorang dapat menolak kejahatan yang segera maupun yang akan datang, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, kecuali dengan takwa. Dan takwa adalah wasiat Allah bagi orang-orang terdahulu dan orang-orang yang akan datang.”

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah

Setiap pagi kita melangkah keluar rumah dengan tujuan yang sama yaitu bekerja.

Ada yang mengejar gaji, ada yang mengejar laba, ada yang mengejar mimpi, ada pula yang sekadar menggugurkan kewajiban.

Baca Juga:Update KUR BRI April 2026 Pinjaman Rp200 Juta, Cicilan Terendah di Bawah Rp5 Juta50 Kode Redeem Free Fire Rabu 15 April 2026: Banjir Hadiah dari Garena, Klaim Sebelum Hangus!

Tapi pernahkah kita berhenti sejenak, lalu bertanya pada hati, untuk siapa sebenarnya lelah ini kutunaikan?

Sejak Nabi Adam turun ke bumi, wahyu pertamanya bukan hanya tentang ibadah, tapi juga tentang bercocok tanam dan mencari penghidupan.

Para Nabi pun bekerja. Para sahabat berdagang. Bahkan semut dan lebah yang kecil pun tahu bahwa diam berarti mati.

Bekerja adalah fitrah. Kebutuhan bekerja tertanam dalam diri kita seperti rasa lapar dan haus. Saat kita malas tanpa alasan, hati jadi gelisah.

0 Komentar