Sebab, di tengah situasi global saat ini, Indonesia justru menunjukkan ketahanan ekonomi yang cukup baik. Berdasarkan data BPS, inflasi year on year secara nasional per bulan April 2026 tetap terkendali di angka 2,42%. Hal ini menunjukkan pengendalian harga kebutuhan pokok dan stabilitas ekonomi makro masih berjalan cukup efektif. Pertumbuhan ekonomi nasional triwulan I 2026 mencapai 5,61%.
“Capaian ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tetap resilience (bertahan) di tengah tekanan global,” ucap Akhmad Wiyagus.
Sektor pangan juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. Pun demikian, harus tetap dijaga melalui penguatan distribusi antarwilayah, pengendalian pasokan, hilirisasi pangan dan kerja sama daerah yang solid.
Baca Juga:Komitmen Pelayanan Sepenuh Hati, PLN Icon Plus Optimalkan Jaringan Fiber Optik di CiamisDorong Kreativitas PAD, DPRD Minta Rekomendasi LKPJ Masuk RKPD 2027
Dalam situasi seperti ini, maka keberadaan FKD MPU Mitra menjadi sangat penting dan strategis dalam menopang perekonomian nasional. Di mana setiap provinsi memiliki keunggulan komparatif dan potensi unggulan yang saling melengkapi.
Apalagi, sebagian besar anggota MPU memiliki kapasitas fiskal yang kuat, bahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Jabar dan Banten unggul sektor pertanian, manufaktur, dan investasi; Jateng, Jatim, dan Lampung penopang utama sektor pangan, perkebunan, dan industri pengolahan. Jakarta menjadi pusat perdagangan jasa dan keuangan nasional. Sementara Bali, Yogyakarta, dan NTB memiliki kekuatan di sektor pariwisata internasional dan ekonomi kreatif.
“Provinsi anggota juga memiliki potensi strategis pada sektor kelautan, kemudian logistik, energi, perdagangan, dan sumber daya manusia. Potensi tersebut apabila diintegrasikan melalui kerja sama antar daerah yang konkret akan menjadi kekuatan besar dalam menjaga ketahanan nasional,” katanya. (*)
