TAID Perkuat Ekosistem Dirgantara Nasional, Buka Peluang Industri Indonesia Tembus Rantai Pasok Global

TAID Perkuat Ekosistem Dirgantara Nasional, Buka Peluang Industri Indonesia Tembus Rantai Pasok Global
TAID Perkuat Ekosistem Dirgantara Nasional, Buka Peluang Industri Indonesia Tembus Rantai Pasok Global
0 Komentar

Industrialization Operations Manager Turkish Aerospace (TUSAŞ), Emrah Ekri, menilai Indonesia memiliki sejumlah keunggulan yang mendukung percepatan pengembangan industri dirgantara.

“Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompetitif, kemampuan industri yang terus berkembang, serta posisi strategis di kawasan. Dengan pengembangan ekosistem yang kuat dan berkelanjutan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran yang lebih signifikan dalam rantai pasok dirgantara global,” katanya.

Sejak mulai beroperasi pada 2023, TAID terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung pengembangan industri dirgantara nasional. Kolaborasi tersebut melibatkan pelaku industri, institusi pendidikan, lembaga sertifikasi, hingga pemerintah dalam upaya meningkatkan kemampuan dan daya saing industri nasional.

Baca Juga:Dwi Sasono Tampil Berbeda di Film Jangan Buang Ibu, Perankan Sosok Ayah Penuh KonflikPemkab Bandung Raih WTP ke-10 Berturut-turut, KDS: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Langkah tersebut semakin diperkuat setelah TAID memperoleh sertifikasi pada November 2024. Sejak saat itu, perusahaan secara aktif menggandeng berbagai perusahaan nasional yang memiliki kompetensi di bidang machining, special process, engineering services, dan layanan manufaktur lainnya untuk mendukung berbagai proyek Turkish Aerospace.

Meski demikian, hasil pemetaan yang dilakukan TAID menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Di antaranya peningkatan kapabilitas teknis, harmonisasi standar kualitas, sertifikasi industri, pengembangan sumber daya manusia, hingga kesiapan operasional agar mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Untuk menjawab tantangan tersebut, IAEF 2026 dihadirkan sebagai ruang diskusi sekaligus kolaborasi yang dapat mempertemukan berbagai pihak dalam membangun fondasi industri dirgantara nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Ketua Indonesian Aerospace Community (INACOM), J. Adi Sasongko, menilai forum tersebut memiliki arti penting dalam meningkatkan daya saing industri dirgantara Indonesia di tingkat internasional.

“IAEF 2026 menjadi forum yang sangat penting karena mempertemukan seluruh pemangku kepentingan industri dirgantara dalam satu platform kolaborasi. Melalui forum ini, industri nasional dapat lebih memahami kebutuhan pasar global, memperkuat kapabilitas, serta membangun sinergi yang diperlukan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di industri dirgantara internasional,” ungkapnya.

Selain menghadirkan diskusi mengenai perkembangan industri dirgantara global, forum ini juga menghadirkan jajaran eksekutif Turkish Aerospace yang membidangi sektor aerostructure, supply chain, quality, dan special manufacturing. Kehadiran para pemimpin industri tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan terkait standar kualitas kelas dunia, kebutuhan industri global, serta peluang kerja sama yang dapat membuka akses lebih luas bagi perusahaan Indonesia ke pasar internasional.

0 Komentar