Dalam penanganan banjir, KDS menegaskan bahwa Pemkab Bandung mengedepankan pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat/komunitas dunia usaha, akademisi dan media.
Ia mengaku bersyukur karena dukungan terhadap program pentahelix tersebut terus mengalir. Bahkan, tim pentahelix penanganan banjir telah terbentuk di sejumlah kecamatan yang menjadi prioritas.
“Kami tidak ingin saling menyalahkan. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana seluruh pihak bergotong royong mencari solusi. Alhamdulillah dukungan dari masyarakat dan para pengusaha cukup besar,” ucap Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung itu.
Baca Juga:KDS Minta Pejabat Baru Tinggalkan Birokrasi Berbelit, Fokus Layani MasyarakatKDS Perluas Akses Kesehatan Wilayah Utara, RSUD Bedas Cimenyan Resmi Dibangun
Pada kesempatan itu, Bupati KDS juga menyinggung rencana pemugaran Jembatan Dayeuhkolot yang akan dilaksanakan tahun ini. Menurutnya, perbaikan jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung penanganan banjir dan peningkatan konektivitas wilayah.
Ia menyebutkan, proses teknis akan dikoordinasikan bersama Dinas PUTR Kabupaten Bandung, Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, tim pentahelix, serta para pelaku usaha yang selama ini turut mendukung program pengendalian banjir.
Selain itu, program pengendalian banjir juga terus didorong di wilayah Bojongsoang dan Rancaekek. Pemkab Bandung bahkan telah menyiapkan lahan untuk pembangunan kolam retensi dan mendukung rencana pelebaran sungai di sejumlah titik.
“Kami optimistis jika seluruh program ini berjalan sesuai rencana, maka dampak banjir di wilayah Bandung Selatan dapat berkurang secara bertahap. Yang terpenting adalah kolaborasi dan komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan ini,” pungkasnya.(**)
