KAI Buka IP Contest 2026, Berhadiah Rp50 Juta untuk Desain Maskot dan Identitas Baru   

KAI Buka IP Contest 2026, Berhadiah Rp50 Juta untuk Desain Maskot dan Identitas Baru   
KAI Buka IP Contest 2026, Berhadiah Rp50 Juta untuk Desain Maskot dan Identitas Baru   
0 Komentar

JAKARTA– PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali menghadirkan ruang bagi insan kreatif Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya melalui IP Contest by KAI 2026. Kompetisi berskala nasional ini menjadi ajang pencarian karakter atau identitas visual baru yang diharapkan mampu merepresentasikan wajah KAI di masa depan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.

Mengusung tema #SaatnyaKreativitasMenjadiIdentitas, kompetisi tersebut terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) mulai 21 Juni hingga 26 Juli 2026. Peserta dapat mengirimkan maksimal tiga karya melalui laman resmi ipcontest.kai.id.

Tak tanggung-tanggung, KAI menyiapkan hadiah utama sebesar Rp50 juta bagi satu pemenang terbaik. Selain itu, tersedia pula tiga pemenang kategori nominasi yang masing-masing berhak memperoleh hadiah sebesar Rp2,5 juta.

Baca Juga:Daewoong Luncurkan Terapi Diabetes Baru di Indonesia, Perluas Pilihan Pengobatan bagi Jutaan PasienSafari Literasi di Sumedang, Kolaborasi Pentahelix Didorong Perkuat Budaya Baca dan Literasi Digital  

Tak hanya hadiah uang tunai, para pemenang juga akan mendapatkan trofi, sertifikat, merchandise eksklusif, hingga voucher perjalanan menggunakan KA Luxury. KAI juga menyiapkan hadiah berupa e-wallet bagi tiga voter terpilih sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi publik.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan penyelenggaraan IP Contest by KAI 2026 merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan cara baru dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih kreatif.

“KAI membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut memberi warna pada identitas KAI ke depan. Melalui IP Contest by KAI 2026, kami ingin menghadirkan karya kreatif yang mampu memperkuat kedekatan emosional antara KAI, pelanggan, dan generasi kreatif Indonesia,” ujar Anne dalam keterangan resmi yang diterima di Bandung, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, transformasi yang terus dilakukan KAI perlu dikomunikasikan dengan pendekatan yang segar dan mudah diterima oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda. Karena itu, keterlibatan para kreator dinilai menjadi salah satu cara untuk melahirkan identitas visual yang lebih dekat dengan masyarakat.

Dalam kompetisi ini, peserta ditantang untuk menciptakan sebuah IP (Intellectual Property) Design, yaitu karakter, maskot, atau identitas visual orisinal yang memiliki nilai kekayaan intelektual. Berbeda dengan desain grafis biasa, IP dirancang memiliki karakter, cerita dan kepribadian yang kuat sehingga dapat terus dikembangkan dalam jangka panjang.

0 Komentar