Safari Literasi di Sumedang, Kolaborasi Pentahelix Didorong Perkuat Budaya Baca dan Literasi Digital  

Safari Literasi di Sumedang, Kolaborasi Pentahelix Didorong Perkuat Budaya Baca dan Literasi Digital  
FOTO BERSAMA: Kepala Dispusipda Jawa Barat Kusmana Hartadji, Bunda Literasi Kabupaten Sumedang Susi Gantini, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang Hari Tri Santosa serah terima piagam literasi saat kegiatan Safari Literasi bertema Membangun Literasi Melalui Integritas dan Kolaborasi Pemerintah dan Pegiat Literasi yang digelar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Kabupaten Sumedang, Kamis (25/6).  
0 Komentar

KURASI MEDIA – Penguatan budaya literasi di era digital membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya perpustakaan dan sekolah, tetapi juga pemerintah, keluarga, komunitas, dunia usaha, akademisi, hingga media perlu bergerak bersama membangun generasi yang cerdas, kritis, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.

Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Safari Literasi bertema Membangun Literasi Melalui Integritas dan Kolaborasi Pemerintah dan Pegiat Literasi yang digelar di Kabupaten Sumedang, Kamis (25/6).

Kepala Dispusipda Jawa Barat Kusmana Hartadji menjelaskan, Safari Literasi merupakan gerakan kolaboratif yang melibatkan unsur pentahelix, yakni pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media dalam upaya meningkatkan budaya literasi masyarakat.

Baca Juga:‘Dan Bandung’ Siap Bikin Baper, Kisah Cinta Beda Kasta Karya Pidi Baiq Hadir di Bioskop Agustus 2026Jawab Pandangan Fraksi DPRD, KDS Tegaskan Komitmen Hadirkan Regulasi Berkualitas

Menurutnya, Kabupaten Sumedang dipilih sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam pengembangan literasi.

“Sumedang dipilih karena dukungan pemerintah daerahnya sangat antusias dalam mengembangkan literasi. Literasi itu bukan hanya membaca, tetapi juga mencakup berhitung, budaya, kewargaan, dan berbagai aspek lainnya,” ujar Kusmana.

Ia menambahkan, literasi saat ini harus dimaknai lebih luas sebagai kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta menyaring berbagai informasi yang beredar melalui platform digital.

Melalui Safari Literasi, Dispusipda Jawa Barat menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM). Berbagai inovasi pun terus didorong, termasuk pengembangan pojok baca di ruang publik yang tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menjadi ruang diskusi, bercerita, dan aktivitas edukatif lainnya.

Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Sumedang Susi Gantini menekankan pentingnya literasi digital sebagai salah satu upaya mencegah berbagai persoalan sosial yang mengancam anak-anak, termasuk kekerasan seksual dan paparan konten negatif di internet.

Menurutnya, perkembangan teknologi menghadirkan manfaat sekaligus tantangan yang harus dihadapi bersama oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Kekerasan anak di Sumedang lumayan tinggi, termasuk kekerasan seksual juga. Maka dalam kesempatan kegiatan ini, anak-anak dididik untuk bijak menggunakan gadget, salah satunya dengan menyaring informasi-informasi yang negatif,” kata Susi.

Baca Juga:Bawa Bekal Positif, Pebalap Binaan Astra Honda Siap Melesat Kencang di Estoril TAID Perkuat Ekosistem Dirgantara Nasional, Buka Peluang Industri Indonesia Tembus Rantai Pasok Global

Ia menilai peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak saat menggunakan gawai. Literasi, lanjutnya, tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan berpikir kritis, memahami konteks informasi, serta mengevaluasi kebenaran berbagai informasi yang diterima dari media digital.

0 Komentar