KURASI MEDIA – Pengamat kebijakan publik dari Universitas Padjajaran (Unpad), Yogi Suprayogi Sugandi turut berkomentar terkait layanan pembuatan SIM di Satpas Polrestabes Bandung. Menurutnya, layanan SIM secara sistem sudah bagus tapi biasanya terjadi kendala karena ulah oknum. Karenanya harus ditindak tegas.
Yogi menguraikan, beberapa tahun sebelumnya layanan SIM di Polrestabes Bandung itu bagus. Bahkan cukup jadi percontohan. “Dulu orang dalam saja juga tidak dilayani, ” katanya, Jumat (10/7).
Bahkan beberapa kali mahasiswa maupun akademisi juga sempat menguji layanan itu. Dan secara sistem memang cukup bagus. Termasuk pada prakteknya.
Baca Juga:Perkuat kolaborasi strategis dengan MABESAU, bank bjb melakukan Penandatanganan Pedoman Kerja dengan SESKOAUTingkatkan Standar Keselamatan, Tenth Avenue Mall Rutin Gelar Simulasi Kebakaran Dua Kali Setahun
Yogi melanjutkan, secara sistem yang dibangun juga sudah bagus. Proses layanan SIM itu tentu mengacu pusat. Sebagai mana yang diarahkan Korlantas Polri.
“Ada mahasiswa kami yang meneliti tentang layanan SIM itu. Dan sebenarnya juga bagus, ” katanya.
Yogi melanjutkan, ketika saat ini kembali mencuat soal layanan pengurusan SIM yang tidak baik. Maka bisa jadi itu karena ulah oknum.
Menurut Yogi, oknum – oknum seperti itulah yang semestinya ditindak tegas. Kemudian di internal Polri sendiri juga ada bagian Propam.
Itu juga memiliki fungsi untuk penindakan kedisiplinan internal itu. “Propam yang harus bergerak. Jika perlu dari pihak luar kalau memang sudah mengarah pungli, ” katanya.
Yogi berharap kejadian itu tak lagi terulang. Bagaimanapun juga kualitas layanan publik harus dijaga. (son)
