Indonesia sering diasosiasikan dengan kopi specialty Arabika dari berbagai origin. Namun secara struktur produksi, kopi Indonesia sangat didominasi Robusta. Pada 2025/26, USDA memproyeksikan produksi Robusta Indonesia mencapai 11,0 juta bags, sedangkan Arabika mencapai 1,45 juta bags. Dengan kata lain, sekitar 88% produksi kopi Indonesia berasal dari Robusta.
Dalam konteks tersebut, konsep Regenerative Coffee Diplomacy mengusung pendekatan yang lebih luas daripada promosi produk kopi. Diplomasi ini menempatkan kopi sebagai representasi ekosistem yang melibatkan petani, koperasi, pelaku usaha, roaster, brewer, peneliti, industri kreatif, hingga pemerintah dalam membangun nilai tambah ekonomi sekaligus mendorong praktik yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Bandung, sebagai salah satu kota dengan ekosistem kopi paling berkembang di Indonesia, memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif sekaligus memperluas jejaring kolaborasi internasional, melalui Gala Dinner Asia Africa Festival 2026.
Gala Dinner Asia Africa Festival 2026 dihadiri oleh delegasi dari 26 negara yang berasal dari kawasan Asia dan Afrika, terdiri atas para duta besar, diplomat, serta perwakilan resmi negara sahabat. Beberapa Duta Besar dari negara Asia dan Afrika pun turut hadir seperti dari negara Ethiopia, Zimbabwe, Turkmenistan, Fiji, Somalia, Palestina, Seychelles, Sudan, Yaman, dan Pakistan turut hadir di acara Gala Dinner ini. Selain itu, negara tetangga seperti Laos, Malaysia, Tiongkok, dan Singapura tak lupa untuk berpartisipasi dalam malam penuh penghayatan ini.
Baca Juga:bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Komunikasi di Kanal Resmi bank bjbHari Anak Nasional 2026: BRI Peduli Ini Sekolahku Salurkan Bantuan Pendidikan di SDN 104 Langensari
Selain delegasi internasional, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah pusat dan pemerintah daerah, di antaranya Wali Kota Cimahi, Bupati Garut, pejabat dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, dan Museum Asia Afrika, serta berbagai institusi strategis lainnya. Kehadiran para delegasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring diplomasi antarkota sekaligus membuka peluang kolaborasi di berbagai sektor.
Acara dibuka dengan Welcome Reception yang menyambut seluruh delegasi internasional di lingkungan Balai Kota Bandung, serta sambutan dari Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, M.M. Dia menceritakan tentang beragam potensi kerja sama dengan Kota Bandung, khususnya di bidang Trade, Tourism, and Investment (TTI).
