KURASI MEDIA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadikan Desa Kepyar, Kabupaten Wonogiri, sebagai proyek percontohan Project Based Learning (PBL) dalam pengentasan kemiskinan.
Program yang dijalankan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jateng itu mengandalkan kolaborasi lintas sektor untuk mengembangkan potensi desa.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, program tersebut melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, badan usaha milik daerah (BUMD), perangkat daerah, dan masyarakat.
Baca Juga:Hari Jadi Ke-81 Jateng: Dari Sawah Jawa Tengah untuk Meja Makan IndonesiaTabel KUR BRI 2026 Pinjaman Rp100 Juta, Cek Cicilan 1-5 Tahun dan Syaratnya
“Harapannya, desa-desa itu bisa naik kelas, tidak miskin lagi, dan mampu bersaing dengan desa lain,” kata Luthfi di Semarang, Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurut dia, pendidikan dasar mempunyai peran penting dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, penanganan kemiskinan tidak cukup hanya dilakukan melalui bantuan ekonomi, tetapi juga harus menyentuh peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Pengentasan kemiskinan itu basisnya adalah layanan dasar yaitu pendidikan. Saya berharap terobosan kreatif ini bisa mereduksi jumlah desa termiskin di tempat kita,” ujarnya.
Sebagai informasi, Desa Kepyar merupakan salah satu lokus Program Desa Dampingan Pemerintah Provinsi Jateng. Desa tersebut memiliki jumlah penduduk sekitar 4.400 orang. Sebagian masyarakat setempat masih menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian dan bekerja sebagai buruh tani.
Selain penguatan ekonomi, program tersebut menyasar persoalan pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, rumah tidak layak huni, dan sanitasi. Literasi serta inklusi keuangan masyarakat juga menjadi bagian dari pendampingan.
Desa Kepyar memiliki sekitar 596 hektare lahan pertanian, delapan kelompok tani, 12 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta 15 pedagang mikro. Berbagai potensi tersebut akan dikembangkan untuk memperluas sumber penghasilan masyarakat.
Potensi wisata di desa itu juga cukup beragam, mulai dari agrowisata semangka dan melon, river tubing, Air Terjun Sanginan, hingga Watu Lumbung. Pengembangannya diharapkan dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru sekaligus memperkuat usaha warga.
Baca Juga:Konektivitas Digital Kembali Normal 100%, TelkomGroup Tuntaskan Perbaikan Infrastruktur Pascagempa NTTHari Jadi Ke-81 Jateng: Masif Perbaiki Rumah, Bangkitkan Ekonomi Penghuni yang Lemah
Melalui PBL, sektor pertanian akan diperkuat, UMKM didampingi, dan potensi wisata dibantu agar berkembang. Penanganan kemiskinan dengan demikian tidak hanya berupa pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga peningkatan kapasitas dan akses usaha masyarakat.
