Dari Kesehatan hingga Pengentasan Kemiskinan, Inilah Program Pemprov Jateng yang Berdampak ke Warga

Dari Kesehatan hingga Pengentasan Kemiskinan, Inilah Program Pemprov Jateng yang Berdampak ke Warga
Dari Kesehatan hingga Pengentasan Kemiskinan, Inilah Program Pemprov Jateng yang Berdampak ke Warga
0 Komentar

KURASI MEDIA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memaparkan berbagai program pembangunan yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Mulai layanan kesehatan melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling), penanganan kemiskinan, hingga penguatan investasi.

Program-program itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat memaparkan perencanaan dan program Pemerintah Provinsi Jateng pada penilaian tahap III dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Dalam paparannya, Pemprov Jawa Tengah membawa konsep Trisula Pembangunan, yang meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pertumbuhan ekonomi, dan penurunan kemiskinan. Tiga agenda tersebut ditopang tata kelola pemerintahan serta konsistensi perencanaan pembangunan.

Baca Juga:Demi Tata Kelola yang Baik, Taj Yasin Sambut Terbuka Pemeriksaan BPK di JatengDari Sampah Jadi Energi, Strategi Jateng Kelola Ribuan Ton Sampah Berbuah Penghargaan

Sejumlah indikator pembangunan turut dipaparkan. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada semester I 2026 tercatat sebesar 5,80 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,45 persen. Pada saat yang sama, angka kemiskinan tercatat 9,21 persen dan tingkat pengangguran terbuka 4,3 persen.

Pemerintah provinsi juga mendorong investasi sebagai salah satu sumber pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja. Pada tahun 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai sekitar Rp110 triliun. Pada tahun ini, tepatnya sepanjang semester I-2026, realisasi investasi di Jawa Tengah sudah mencapai Rp59,94 triliun. Serapan tenaga kerja semester I-2026 sudah mencapai sekitar 213 ribu orang.

Di sektor sumber daya manusia, Pemprov Jateng mengandalkan antara lain program Spesialis Keliling (Speling) untuk memperluas akses layanan kesehatan. Sejak 2025 hingga 27 Agustus 2026, program tersebut telah dilaksanakan 1.607 kali di 1.466 desa dan kelurahan, dengan menjangkau lebih dari 128 ribu sasaran.

Sementara dalam penanganan kemiskinan, intervensi dilakukan mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, perbaikan rumah, peningkatan keterampilan hingga memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan.

Luthfi mengaku, optimistis menghadapi penilaian tahap III PPD 2026 setelah berhasil masuk tiga besar nasional. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi momentum untuk terus memperkuat perencanaan pembangunan daerah, agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak kepada masyarakat.

“Kita tetap optimistis. Ini memberikan semangat dalam membuat perencanaan pembangunan Jawa Tengah,” kata Luthfi didampingi Kepala Bappeda Yusmanto.

0 Komentar