Untuk itu, menjaga fokus dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Sebelum berkendara, pastikan barang-barang yang dibutuhkan sudah tersimpan dengan aman dan telepon seluler tidak perlu diakses selama perjalanan. Jika membutuhkan navigasi, atur rute terlebih dahulu dan gunakan perangkat pendukung yang aman tanpa mengharuskan pengendara melihat atau memegang telepon ketika motor sedang berjalan.
Begitu pula ketika ada kebutuhan untuk melakukan aktivitas lain. Pengendara sebaiknya mencari tempat yang aman untuk berhenti dan menyelesaikan aktivitas tersebut sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
“Kalau ada telepon yang harus diangkat, pesan yang perlu dibalas, atau kebutuhan lain seperti minum dan mengambil barang, sebaiknya berhenti terlebih dahulu di tempat yang aman. Jangan memaksakan melakukan aktivitas tersebut sambil berkendara. Dengan berhenti sejenak, kita bisa kembali berkendara dengan kondisi yang lebih fokus,” tambah Ludhy.
Baca Juga:Strategi Telkom Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur DigitalBPJS Kesehatan Beri Penghargaan Kepada Badan Usaha Patuh Regulasi JKN
Keselamatan berkendara pada akhirnya bukan hanya mengenai kemampuan mengendalikan sepeda motor, tetapi juga tentang bagaimana membangun kebiasaan yang tepat di setiap perjalanan. Memberikan perhatian penuh kepada jalan, menjaga kondisi tubuh, menggunakan perlengkapan berkendara, serta mematuhi aturan lalu lintas merupakan bagian dari upaya menciptakan perjalanan yang lebih aman.
