Fokus Berkendara Adalah Kunci, Hindari Aktivitas yang Mengalihkan Perhatian

Ilustrasi
ilustrasi safety riding
0 Komentar

KURASI MEDIA – Perjalanan dengan sepeda motor sering kali menjadi bagian dari rutinitas masyarakat sehari-hari. Dari berangkat bekerja, mengantar anak ke sekolah, hingga mengejar berbagai aktivitas lainnya. Di tengah mobilitas yang padat, tidak sedikit pengendara yang kemudian melakukan berbagai aktivitas lain ketika sepeda motor masih melaju.

Mulai dari melihat notifikasi di telepon seluler, menerima panggilan, membalas pesan, merokok, hingga makan dan minum. Sekilas terlihat sebagai hal sederhana, namun kebiasaan tersebut dapat membuat perhatian pengendara terpecah dan mengurangi kemampuan dalam mengantisipasi kondisi di jalan.

Padahal, berkendara sepeda motor membutuhkan koordinasi antara penglihatan, tangan, pikiran, serta kemampuan mengambil keputusan dalam waktu singkat. Kondisi lalu lintas yang dinamis membuat pengendara harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan yang muncul secara tiba-tiba.

Baca Juga:Strategi Telkom Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur DigitalBPJS Kesehatan Beri Penghargaan Kepada Badan Usaha Patuh Regulasi JKN

Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma, menjelaskan bahwa fokus menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keselamatan selama berkendara.

“Ketika berkendara, kita membutuhkan konsentrasi penuh untuk mengendalikan sepeda motor sekaligus membaca kondisi di sekitar. Aktivitas lain yang dilakukan saat motor masih berjalan dapat mengalihkan perhatian, sehingga respons terhadap potensi bahaya bisa menjadi tidak optimal. Karena itu, biasakan untuk menjadikan berkendara sebagai fokus utama selama perjalanan dan selalu #Cari_Aman,” ujar Ludhy.

Gangguan konsentrasi saat berkendara pada dasarnya dapat terjadi dalam beberapa bentuk. Gangguan visual muncul ketika pandangan tidak lagi tertuju pada jalan, misalnya saat melihat telepon seluler atau mencari barang. Dalam kondisi tersebut, pengendara berpotensi melewatkan berbagai informasi penting di depan, seperti kendaraan yang mengerem, jalan berlubang, maupun pergerakan pengguna jalan lainnya.

Sementara itu, gangguan manual terjadi ketika tangan tidak sepenuhnya digunakan untuk mengendalikan sepeda motor. Memegang telepon, makanan, minuman, atau benda lainnya dapat membuat pengendara tidak berada dalam posisi optimal ketika harus melakukan pengereman maupun manuver secara tiba-tiba.

Tidak kalah penting adalah gangguan kognitif, yaitu ketika pikiran tidak sepenuhnya tertuju pada aktivitas berkendara. Pikiran yang terbebani pekerjaan, emosi, rasa lelah, atau percakapan yang terlalu menyita perhatian dapat membuat pengendara kurang peka terhadap situasi di sekelilingnya.

0 Komentar