Strategi Telkom Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital

Public Expose
(kiri ke kanan) SVP Group Sustainability & Corporate Communication Ahmad Reza, Direktur Wholesale and International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, Direktur Enterprise and Business Service Telkom Veranita Yosephine, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Arthur Angelo Syailendra serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan pada kegiatan Public Expose Live 2026, Senin (7/9).
0 Komentar

Area prioritas pada segmen B2B ICT tetap menunjukkan pertumbuhan positif pada periode ini. Hal tersebut tercermin dari pendapatan SME yang tumbuh 11,5% dan jumlah pelanggan IndiBiz yang meningkat 11,7% menjadi 756 ribu. Penguatan bisnis enterprise juga terus dilakukan untuk menangkap potensi pertumbuhan yang sangat besar seiring meningkatnya kebutuhan transformasi digital. Salah satunya melalui rencana pengambilalihan 100% Digiserve yang akan memperkuat kapabilitas B2B ICT Telkom dalam menghadirkan solusi end-to-end bagi pelanggan di berbagai sektor.

Di segmen B2C, Telkomsel melanjutkan momentum pertumbuhan di tengah dinamika makroekonomi dan iklim kompetisi yang terus berkembang. Pendapatan tumbuh 5,3% secara tahunan menjadi Rp28,0 triliun, sementara EBITDA meningkat 10,3% dan laba bersih tumbuh 24,9%. Perbaikan kinerja juga tercermin dari ARPU mobile yang meningkat 11,6% secara tahunan menjadi Rp46 ribu, di tengah basis pelanggan yang lebih terkonsolidasi. Kinerja tersebut mencerminkan fokus Telkomsel untuk membangun pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui peningkatan kualitas pelanggan, pengalaman layanan, serta efisiensi operasional, sekaligus menjaga fundamental keuangan yang sehat.

Telkomsel juga terus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui tambahan 100 MHz spektrum pada pita 700 MHz dan 2.600 MHz, sehingga total portofolio spektrum meningkat menjadi 265 MHz. Tambahan spektrum tersebut akan memperkuat cakupan dan kapasitas jaringan, mendukung pengembangan 5G, serta meningkatkan kualitas pengalaman digital pelanggan. Pemanfaatannya akan dilakukan secara bertahap dan berbasis kebutuhan dengan tetap mengedepankan disiplin alokasi modal, produktivitas spektrum, dan visibilitas terhadap imbal hasil, untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas jaringan, dan profitabilitas yang berkelanjutan.

Baca Juga:BPJS Kesehatan Beri Penghargaan Kepada Badan Usaha Patuh Regulasi JKNBRI Tegaskan Komitmen Jaga Shareholder Return di Tengah Akselerasi Pertumbuhan Bisnis

“Kami tetap berfokus membangun pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dengan mengutamakan kualitas pelanggan, pengalaman layanan, serta disiplin investasi. Ke depan, tambahan 100 MHz spektrum akan semakin memperkuat kapasitas dan kualitas jaringan serta mendukung pengembangan 5G. Kami akan memanfaatkan tambahan spektrum ini secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pasar, dengan tetap menjaga disiplin investasi dan visibilitas terhadap imbal hasil untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan,” papar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan.

0 Komentar