KURASI MEDIA – Perjalanan Fipi Novita Sari sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar membawanya menembus jalur laut dan darat untuk menjangkau para pelaku usaha di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara. Selama tiga bulan ditempatkan di wilayah tersebut, Novi tidak hanya menghadapi perjalanan dengan perahu dan medan jalan yang berkelok serta berbukit, tetapi juga menemukan cerita tentang para perempuan pelaku usaha rumput laut yang tengah berupaya mengembangkan usaha mereka.
Bagi Novi, perjalanan panjang tersebut menjadi bagian dari tugas untuk memastikan nasabah dapat memperoleh akses pembiayaan sekaligus pendampingan yang mereka butuhkan. Mayoritas nasabah yang ditemuinya merupakan pelaku usaha rumput laut yang memanfaatkan pembiayaan Mekaar untuk menambah kebutuhan usaha, seperti tali yang digunakan dalam proses budidaya.
Medan yang dilalui pun tidak selalu mudah. Sebagian wilayah Sebatik didominasi perkebunan kelapa sawit dengan jalan yang berkelok dan berbukit. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, perjalanan laut juga dapat menjadi lebih menantang karena ombak yang cukup besar.
Baca Juga:Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen RisikoPerluas Akses Layanan Finansial bagi Diaspora Indonesia, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026
“Terkadang kami harus mengejar waktu sehingga perjalanan terasa cukup menantang, apalagi ketika banyak kendaraan roda empat yang melintas,” ujar Novi.
Namun, perjalanan tersebut justru mempertemukan Novi dengan berbagai cerita usaha masyarakat di Sebatik. Saat ini, ia mendampingi sekitar 18 kelompok dengan hampir 100 nasabah. Tugasnya dilakukan sejak proses pembiayaan, mulai dari menjelaskan tahapan kepada nasabah hingga memastikan pembiayaan dapat dicairkan.
Dari interaksi tersebut, Novi melihat bagaimana pembiayaan yang diterima nasabah digunakan untuk mendukung aktivitas usaha sehari-hari. Bagi para pelaku usaha rumput laut, tambahan modal antara lain digunakan untuk membeli tali yang menjadi salah satu kebutuhan dalam proses budidaya.
Tidak hanya rumput laut, Novi juga menjumpai nasabah yang menjalankan usaha dari hasil laut lainnya, seperti udang dan kerang tudai. Dalam sejumlah keluarga, aktivitas usaha tersebut dilakukan bersama. Suami mencari hasil laut di pulau lain, sementara sang istri kemudian menjual hasil tangkapan untuk memperoleh penghasilan.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Novi adalah melihat perubahan pada perempuan yang sebelumnya bekerja sebagai “Mak Betang”, istilah lokal bagi orang yang membantu mengikat rumput laut, termasuk di tempat penjemuran. Setelah memperoleh pembiayaan PNM, sebagian dari mereka mulai mencoba membangun usaha sendiri.
