Indeks Bisnis UMKM BRI Triwulan II 2026: Ketahanan UMKM Terjaga, Ditopang Optimisme Prospek Usaha

ILUSTRASI
Terjaganya aktivitas bisnis UMKM pada Q2-2026 ditopang oleh sejumlah faktor, mulai dari perekonomian yang tetap tumbuh positif, panen raya tanaman pangan dan harga produk pertanian yang baik, mulai bergulirnya proyek pemerintah dan swasta, kondisi cuaca yang kondusif, hingga penyaluran bantuan sosial yang tetap agresif.
0 Komentar

Meski aktivitas pada Q2-2026 mengalami moderasi, prospek bisnis UMKM pada Q3-2026 masih menunjukkan arah yang positif. Aktivitas bisnis di semua sektor diperkirakan tetap berada pada fase ekspansif, meskipun dengan laju yang lebih moderat. Sektor pertambangan dan konstruksi diperkirakan menjadi penopang seiring semakin banyaknya proyek pemerintah dan swasta yang bergulir.

Prospek tersebut sejalan dengan sentimen bisnis pelaku UMKM yang masih terjaga untuk tiga bulan mendatang. Indeks Ekspektasi sentimen bisnis pelaku UMKM untuk Q3-2026 tercatat sebesar 120,2. Level indeks yang cukup jauh di atas 100 menunjukkan optimisme yang masih kuat terhadap prospek ekonomi, sektor usaha, dan perkembangan usahanya ke depan.

Optimisme ini terlihat pada mayoritas sektor usaha. Sentimen bisnis masih berada di atas 100 pada sebagian besar sektor, dengan konstruksi mencatat kenaikan 7,4 poin menjadi 110,8 dan pertambangan meningkat 1,6 poin menjadi 108,3. Penguatan kedua sektor tersebut terutama didorong oleh bergulirnya proyek pemerintah dan swasta, peningkatan permintaan pasir, batu dan galian untuk bangunan, serta kondisi cuaca yang kondusif.

Baca Juga:Pembiayaan Ultra Mikro Bawa Perubahan, Kisah Mawiyah Berhasil Perbaiki Ekonomi Keluarga di Sepaku, KaltimKonsisten Dukung Kemajuan Olahraga Nasional, BRI Raih Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026

Selain optimisme terhadap prospek usaha, survei juga menunjukkan kepercayaan pelaku UMKM terhadap pemerintah tetap terjaga. Indeks Kepercayaan Pelaku UMKM terhadap Pemerintah (IKP) pada Q2-2026 tercatat sebesar 107,4, atau masih berada di atas 100. Penilaian tertinggi diberikan pada aspek memberikan rasa aman dan tenteram dengan indeks 130,4, disusul menyediakan dan merawat infrastruktur sebesar 116,5.

Hery menilai, keseluruhan hasil survei menunjukkan bahwa pelaku UMKM masih memiliki daya tahan di tengah moderasi aktivitas ekonomi. Meski menghadapi tekanan terhadap daya beli, kenaikan biaya usaha, serta persaingan yang semakin ketat, optimisme terhadap prospek usaha tetap menjadi modal penting bagi UMKM untuk menjaga keberlanjutan usaha dan menangkap peluang pertumbuhan.

“Kondisi ini menunjukkan pentingnya terus menjaga daya beli masyarakat, sekaligus menciptakan ruang bagi UMKM untuk berkembang. BRI akan terus mencermati dinamika tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung UMKM agar mampu menjaga keberlanjutan usaha dan menangkap peluang pertumbuhan ke depan,” tutup Hery.

0 Komentar