KURASI MEDIA – Penyerang sayap Timnas Indonesia, Miliano Jonathans, kembali menunjukkan ketajamannya bersama Excelsior Rotterdam saat menghadapi Ajax Amsterdam dalam lanjutan Eredivisie di Stadion Woudestein, Minggu waktu setempat.
Miliano masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-63 menggantikan Derensili Sanches Fernandes. Dampaknya langsung terasa pada menit ke-74 Miliaono mampu mencetak gol dan membantu timnya mengamankan hasil imbang.
Selain gol tersebut, Miliano tampil aktif dengan mencatatkan dua tembakan, sembilan umpan akurat, serta dua dribel sukses.
Baca Juga:Ajax Boyong Bek Sayap Premier League Oleksandr Zinchenko untuk Buru Tiket Liga Champions5 Cara Mudah Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Antre Kantor
Excelsior juga mendapat gol dari Arthur Zagre, yang memastikan skor akhir menjadi 2-2 setelah Ajax sempat unggul lewat dua gol Mika Godts.
Tambahan satu poin membuat Excelsior kini menempati peringkat ke-13 klasemen dengan 23 poin, sementara Ajax berada di posisi keempat dengan koleksi 38 poin.
Dean James Tampil Solid Bersama Go Ahead Eagles
Bek sayap Timnas Indonesia, Dean James, bermain penuh saat Go Ahead Eagles bermain imbang 1-1 melawan FC Volendam di Kras Stadion.
Dean menunjukkan performa disiplin dengan mencatatkan 19 operan akurat dan lima sapuan sepanjang pertandingan.
Go Ahead Eagles sempat unggul lebih dulu lewat gol Victor Edvardsen, sebelum tuan rumah menyamakan kedudukan melalui Robert Mühren.
Hasil ini membuat Go Ahead Eagles tertahan di peringkat ke-14 dengan 22 poin, unggul empat angka dari FC Volendam yang berada satu tingkat di bawahnya.
Justin Hubner Tampil Penuh Meski Fortuna Sittard Kalah
Bek Timnas Indonesia lainnya, Justin Hubner, juga bermain penuh saat Fortuna Sittard harus mengakui keunggulan Heracles Almelo dengan skor 1-2 di Erve Asito.
Baca Juga:Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis Terbaru 2026, Nust Heist Bisa DicobaJordy Wehrmann Menuju Merah Putih, Lini Tengah Timnas Indonesia Selangkah Lagi Jadi Monster
Meski timnya kalah, menit bermain penuh menjadi sinyal positif bagi perkembangan Hubner di kompetisi kasta tertinggi Belanda.***
