Bukan hanya memberi ceramah mauidzah hasanah namun memberi teladan dengan uswatun hasanah dan qudwah hasanah. Dan dari sinilah lahir inspirasi pada orang lain.
Kita perlu sadari bahwa tindakan nyata lebih berdampak daripada kata-kata.
Ketika kita melakukan kebaikan, orang lain akan terdorong untuk mengikuti. Inilah yang dalam Islam disebut dakwah bil hal yakni dakwah dengan perbuatan.
Bayangkan, kita berubah, lalu menginspirasi keluarga. Keluarga menginspirasi masyarakat. Masyarakat menginspirasi bangsa.
Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Kamis 30 April 2026Kunci Komunikasi Publik Ada pada Kemasan Kreatif
Maka benar, perubahan kecil dari diri sendiri bisa menciptakan efek domino kebaikan.
Di dalam dunia tasawuf, ada sebuah prinsip inspiratif yang sangat terkenal yakni ibda’ bi nafsik yakni “mulailah dari dirimu sendiri.”
Tokoh sufi Jalaluddin Al-Rumi pun mengajak kita untuk terus melakukan perbaikan diri dengan mentransformasikan diri dari bukan hanya sekedar pintar, namun juga bijaksana.
Beliau pernah berucap: “Kemarin aku adalah seorang cerdik-pandai, maka aku ingin mengubah dunia. Tapi kini, aku seorang yang bijaksana, karena itu, aku akan mengubah diriku sendiri”.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Perubahan diri bukan perkara mudah. Perubahan membutuhkan kesabaran, tekad, dan keberanian menghadapi ketidaknyamanan. Perubahan memerlukan proses panjang dan perjuangan melawan diri sendiri.
Dalam Islam, perjuangan disebut mujahadah yakni bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu.
Kita harus belajar mengendalikan emosi, menumbuhkan empati, dan memperbaiki akhlak.
Karena sejatinya, kebaikan yang keluar dari hati yang baik akan lebih mudah diterima dan menyentuh orang lain.
Mari kita mulai perubahan itu hari ini. Tidak perlu menunggu sempurna. Tidak perlu menunggu orang lain. Mulailah dari diri kita sendiri.
Baca Juga:50 Kode Redeem Free Fire Rabu 29 April 2026: Dapatkan Hadiah Bundle dan Diamond Gratis dari GarenaSimulasi KUR BRI 2026 Pinjaman Rp10 Juta untuk Modal Usaha, Cicilan di Bawah Rp1 Juta per Bulan
Jika kita memperbaiki diri, InsyaAllah Allah akan memperbaiki hidup kita. Allah berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.”
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang senantiasa memperbaiki diri, menjadi teladan dalam kebaikan, dan menjadi sebab tersebarnya kebaikan di muka bumi.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلّٰهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَالْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ .اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلَاءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلَازِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Teks khutbah ini ditulis oleh H. Muhammad Faizin, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung.
