Teks Khutbah Jumat 1 Mei 2026: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri

Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat. (Unsplash/Raka Dwi Wicaksana)
0 Komentar

KURASI MEDIA – Teks khutbah Jumat 1 Mei 2026 yang bisa dibacakan oleh para khatib pada pelaksanaan sholat Jumat, nanti.

Teks Khutbah Jumat 1 Mei 2026 kali ini, akan membahas mengenai “Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri”.

Sejatinya, kebaikan tidak harus dimulai dari hal besar atau dari orang lain. Justru, kebaikan sebaiknya dimulai dari diri sendiri.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Kamis 30 April 2026Kunci Komunikasi Publik Ada pada Kemasan Kreatif

Ketika seseorang mampu menumbuhkan kebaikan dalam dirinya, maka dampaknya dapat menyebar ke lingkungan sekitar dan bahkan kepada masyarakat yang lebih luas.

Teks Khutbah Jumat

Melansir dari laman NU Online, berikut teks khutbah Jumat 1 Mei 2026 yang membahas tentang jangan halalkan segala cara meski hidup sedang sulit.

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَ تَقُوْلُوْنَ مَا لَا تَفْعَلُوْنَ ۝٢ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لَا تَفْعَلُوْنَ ۝٣

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Selain mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, pada awal khutbah ini marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa.

Takwa bukan sekadar ucapan, melainkan perubahan nyata dalam diri: dari kelalaian menuju ketaatan, dari keburukan menuju kebaikan.

Takwa adalah komitmen untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, sekaligus terus menjaga dan memperbaiki diri, serta mengajak orang lain kepada kebaikan.

Namun pada kenyataannya, sering kali kita pandai memberi nasihat, mengingatkan orang lain untuk menjaga diri, bahkan mengajak kepada kebaikan, tetapi kita sendiri masih lalai dalam mengamalkannya.

Allah swt telah mengingatkan dalam Al-Qur’an surat As-Shaf ayat 2:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَ تَقُوْلُوْنَ مَا لَا تَفْعَلُوْنَ ۝٢

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?”

Kemudian dilanjutkan dengan ayat 3:

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لَا تَفْعَلُوْنَ ۝٣

Baca Juga:50 Kode Redeem Free Fire Rabu 29 April 2026: Dapatkan Hadiah Bundle dan Diamond Gratis dari GarenaSimulasi KUR BRI 2026 Pinjaman Rp10 Juta untuk Modal Usaha, Cicilan di Bawah Rp1 Juta per Bulan

Artinya: “Sangat besarlah kemurkaan di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.”

Imam Thabari dalam kitab Jamiul Bayan, Jilid XXIII, halaman 350 menjelaskan bahwa ayat ini diturunkan Allah sebagai teguran kepada para sahabat.

Bersumber diriwayatkan dari Abdullah bin Rawahah bahwa para sahabat pernah berkata, “Seandainya kami tahu amalan yang paling dicintai Allah, pasti kami akan melaksanakannya.” Lalu disampaikan bahwa amalan tersebut adalah iman dan jihad. Namun ketika perintah itu datang, sebagian merasa berat.

Lebih jauh, Imam ath-Thabari menjelaskan bahwa ayat ini mengandung peringatan tegas: Allah sangat membenci orang yang pandai berbicara, namun tidak mengamalkan apa yang ia ucapkan. Dalam ayat tersebut juga tersirat dua kelemahan mendasar manusia.

0 Komentar