BPJS Kesehatan se-Bandung Raya Perkuat Peran Media dalam Edukasi Publik

Temu Media
Deputi Direksi Wilayah V BPJS Kesehatan, Sawal Sani Tarigan saat memaparkan program JKN
0 Komentar

KURASI MEDIA – Deputi Direksi Wilayah V BPJS Kesehatan, Sawal Sani Tarigan mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi telah mengubah cara peserta mengakses layanan JKN, mulai dari pendaftaran hingga memperoleh informasi kepesertaan. Transformasi tersebut tidak hanya menghadirkan lebih banyak kanal layanan, tetapi juga memberi peserta pilihan untuk mengakses kebutuhan administrasi JKN tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.

“BPJS Kesehatan terus berinovasi menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses masyarakat. Saat ini peserta dapat memanfaatkan berbagai layanan digital mulai dari Mobile JKN, Antrean Online, PANDAWA, Care Center 165 hingga layanan informasi secara daring. Tujuan akhirnya adalah memberikan pengalaman pelayanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan efisien tanpa mengurangi kualitas layanan kesehatan yang diterima peserta,” ujar Sawal, Senin (20/07).

Sawal menambahkan, keberhasilan pemanfaatan teknologi tersebut juga ditunjang peran fasilitas kesehatan. Karena itu, BPJS Kesehatan rutin melakukan pemantauan melalui program Sibling (Supervisi, Buktikan, dan Lihat Langsung) guna memastikan implementasi layanan berjalan optimal di lapangan.

Baca Juga:Dengar Langsung Suara Peserta, BPJS Kesehatan Tinjau Layanan JKN di RS Paru RotinsuluBPJS Goes to Campus, Solusi Tingkatkan Literasi JKN

Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan BPJS Kesehatan penting untuk diketahui masyarakat. Untuk itu, kata Sawal, peran media juga sangat dibutuhkan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya digitalisasi yang dilakukan BPJS Kesehatan.

“Harapannya informasi tersebut dapat meningkatkan kepercayaan sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan berbagai kemudahan layanan digital yang kini menjadi pondasi penguatan mutu pelayanan JKN,” tegas Sawal.

Salah satu fasilitas kesehatan yang dinilai berhasil mengintegrasikan digitalisasi JKN adalah Rumah Sakit Santosa Kopo. Rumah sakit tersebut meraih predikat bintang lima dari BPJS Kesehatan dan menjadi yang terbaik di Bandung Raya dalam penerapan layanan berbasis digital.

Direktur Utama Rumah Sakit Santosa Kopo, Yayu Sri Rahayu mengatakan integrasi sistem rumah sakit dengan BPJS Kesehatan telah memberikan dampak positif terhadap kecepatan dan kualitas pelayanan pasien. Salah satu inovasi yang dinilai efektif adalah pemanfaatan fitur Antrean Online melalui aplikasi Mobile JKN yang membantu mengurangi waktu tunggu peserta saat mengakses layanan kesehatan.

“Integrasi pendaftaran, verifikasi kepesertaan secara elektronik, serta berbagai layanan digital lainnya telah membantu mempercepat pelayanan dan meningkatkan kenyamanan peserta JKN. Kami juga terus mengedukasi pasien agar dapat memanfaatkan layanan digital secara optimal,” kata Yayu. (MI/rs)

0 Komentar