Bagi BRI, penciptaan nilai bagi pemegang saham tidak semata-mata dilihat dari besarnya dividend dan capital gain, tetapi juga dari kemampuan Perseroan meningkatkan laba, memperkuat fundamental, menjaga kualitas aset, serta menghasilkan pertumbuhan jangka panjang. Dalam konteks tersebut, pertumbuhan modal yang salah satunya dari peningkatan laba merupakan bagian dari strategi pengelolaan modal untuk memperkuat kapasitas BRI dalam membiayai pertumbuhan dan menangkap berbagai peluang bisnis ke depan.
“Kami melihat penciptaan nilai bagi pemegang saham dari perspektif yang jauh lebih luas. Dengan optimalisasi alokasi modal ini, kami berkomitmen untuk menciptakan pertumbuhan laba yang solid, sehingga mampu memberikan hasil dan nilai yang semakin meningkat bagi seluruh pemegang saham,” imbuh Achmad.
Ke depan, BRI akan terus menjalankan strategi pertumbuhan secara disiplin dengan menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kualitas aset, profitabilitas, dan kecukupan modal. Dengan fundamental yang solid serta kapasitas permodalan yang terjaga, BRI optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus terus memberikan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham.
Baca Juga:Peserta ini Rasakan Manfaat Besar JKN Saat Kondisi DaruratUbah Segmen Kepesertaan, Juni Tetap Rasakan Manfaat Nyata Program JKN
“Fokus kami adalah memastikan setiap keputusan alokasi modal mampu menciptakan nilai yang optimal dalam jangka panjang. BRI akan terus menjaga keseimbangan antara memberikan imbal hasil yang atraktif bagi pemegang saham, memperkuat permodalan, serta menyediakan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Dengan demikian, pertumbuhan BRI hari ini dapat menjadi fondasi bagi penciptaan shareholder value yang semakin kuat dan berkelanjutan di masa mendatang,” pungkas Achmad.
