Ayat ini sangat relevan dengan momentum HUT RI ini karena pada dasarnya kita sudah diberikan nikmat besar oleh Allah swt berupa kemerdekaan.
Oleh karena itu kita harus menggunakan kemerdekaan ini untuk mengubah nasib kita menjadi lebih baik ke depan.
Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan terus menguatkan rasa syukur dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.
Baca Juga:Teks Khutbah Jumat: Dzolim pada Tetangga Karena AyamTeks Khutbah Jumat 1 Agustus: Perhatian Islam Terhadap Kesehatan Badan
Rasa syukur akan melahirkan sikap positif seperti cinta tanah air, hormat kepada simbol negara, toleransi antarumat beragama, dan kepedulian terhadap sesama.
Kemudian karya nyata merupakan bentuk pengabdian dan kontribusi sesuai bidangnya masing-masing.
Seorang pelajar bersyukur dan berkarya dengan belajar sungguh-sungguh. Seorang petani bersyukur dan berkarya dengan menggarap lahan dengan tekun dan jujur.
Seorang guru bersyukur dan berkarya dengan mencerdaskan anak bangsa. Dan seorang pemimpin bersyukur dan berkarya dengan melayani masyarakat dengan integritas, keteladanan, dan profesional.
Rasulullah saw telah mengingatkan kita untuk bekerja secara profesional di antaranya termaktub dalam hadits:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنّ اللَّهَ تَعَالى يُحِبّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبرني والبيهقي)
Artinya: “Dari Aisyah ra., sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, mengerjakannya secara profesional”. (HR. Thabrani, No: 891, Baihaqi, No: 334).
Pekerjaan dan karya nyata pun bisa dilakukan dari hal-hal kecil seperti menjaga kebersihan lingkungan, mematuhi aturan lalu lintas, tidak membuang sampah sembarangan, tidak menyebar hoaks, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab.
Baca Juga:Teks Khutbah Jumat 1 Agustus 2025: Didiklah Anak dengan Cinta dan ImanTeks Khutbah Jumat 25 Juli 2025: Ketika Malu Hilang, Perbuatan Dosa Menjadi Biasa
Semangat berkarya adalah bentuk penghormatan terbaik kepada para pahlawan yang telah gugur demi tegaknya Merah Putih.
Terlebih di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks saat ini, semangat kolaborasi dan persatuan harus menjadi nafas kebangsaan kita.
Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dirangkai menjadi kekuatan yang mempersatukan.
Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah,
Menyongsong peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bukan hanya tentang euforia atau nostalgia sejarah, tetapi tentang bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat.
Rasa syukur atas kemerdekaan harus melahirkan semangat berkarya nyata di semua lini kehidupan. Inilah bentuk pengabdian terbaik kita kepada tanah air tercinta, Indonesia.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
