Leader Aplikasi Snapboost Mengaku Korban, Kerugian di Blora Capai Rp2 Miliar dari Ratusan Anggota

Aplikasi Snapboost yang baru saja scam.
Aplikasi Snapboost yang baru saja scam.
0 Komentar

KURASI MEDIA – Aplikasi Snapboost ternyata berkembang cukup pesat di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Blora, karena jumlah anggota di satu lokasi ini mencapai ratusan orang.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun di sosial media, korban aplikasi Snapboost di Blora mencapai 752 orang dengan total kerugian lebih dari Rp2 Miliar.

Kini para korban sedang panik, karena aplikasi sudah tidak bisa lagi menghasilkan uang, bahkan uang modal yang sudah terlanjur masuk ke aplikasi tidak bisa diambil kembali. Padahal para anggota baru saja melakukan deposit besar-besaran karena tergiur bonus besar dengan mengikuti berbagai program promo yang digelar aplikasi.

Baca Juga:Aplikasi Snapboost  Ancam Anggota yang Tak Bayar Pajak,  Akun Diambil Alih dan Dana Dibekukan Mungkinkah Uang di Aplikasi Snapboost Bisa Kembali Lagi? Cek Faktanya

Meski aplikasi masih menjanjikan bisa melakukan penarikan dengan membayar pajak, namun sepertinya para anggota sudah sadar bahwa mereka kena tipu, sehingga kini para anggota mulai mengejar leader atau orang yang membuatnya terjebak di aplikasi ini.

Salah satu leader yang kini sedang diburu oleh anggotanya adalah seorang guru SMAN di Blora yang memiliki banyak anggota. Kini guru tersebut juga mengaku sebagai korban, karena sudah juga mengalami kerugian besar hingga ratusan juta rupiah.

“Deposit saya sampai Rp 200 juta, asli itu. Otomatis setiap kita like terus, setiap 40 hari dibayar kan, uang kita jadi 2 kalinya, jadi 400, tapi di aplikasi ya,” ucapnya, dikutip dari Blora update, Kamis (16/4/2026).

Meski mengaku sebagai korban, namun Guru tersebut juga mengaku sudah mendapat keuntungan dari aplikasi tersebut, bahkan keuntungan tersebut sudah dibelikannya mobil. “Pernah saya ambil sekitar Rp250 juta itu untuk beli mobil kredit saya, tapi enggak hadiah dari Snapboost tapi beli sendiri saya,” jelasnya.

Dari pengalamannya yg memperoleh uang secara fantastis, terkadang dia memamerkan pendapatannya dengan memposting di media sosial.

Dari sana banyak yang menghubungi, termasuk muridnya. Tidak jarang dia juga memberikan dana talangan kepada muridnya.

“Saya pinjami modal awal itu, kalau enggak 500 ribu ya 600 ribu, nanti 40 hari kan uangnya jadi 2 kali nya, itu diambil, dikembalikan ke saya. Mereka ya kemauan sendiri, saya tidak memaksa,” ucapnya.

0 Komentar