Ilham Habibie Ajak Generasi Muda Jaga Keanekaragaman Budaya Lewat Peluncuran Antologi Puisi Agung Jerman  

Ilham Habibie Ajak Generasi Muda Jaga Keanekaragaman Budaya Lewat Peluncuran Antologi Puisi Agung Jerman  
Ilham Habibie Ajak Generasi Muda Jaga Keanekaragaman Budaya Lewat Peluncuran Antologi Puisi Agung Jerman  
0 Komentar

cincin, Cincin Sang

Keberulangan!

Tak pernah kutemukan

perempuan

Yang ingin kujadikan ibu

anak-anakku, Kecuali

perempuan yang kucintai

ini:

Karena kucintai kau, oh

Keabadian!

Karena kucintai kau, oh

Keabadian!

Puisi tersebut memuat gagasan tentang “cincin Sang Keberulangan”, simbol yang menggambarkan kehidupan sebagai siklus tanpa akhir. Dalam filsafat Nietzsche, konsep tersebut berkaitan dengan Amor Fati, yakni penerimaan penuh terhadap seluruh pengalaman hidup, baik kebahagiaan maupun penderitaan, sebagai bagian dari keberadaan manusia.

Selain peluncuran buku, acara juga diramaikan dengan musikalisasi puisi yang dibawakan Agus R. Sarjono bersama Cherly Chairani. Keduanya menghadirkan perpaduan sastra dan musik yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan.

Para hadirin juga disuguhkan pembacaan puisi dalam dua bahasa. Berthold Damshäuser membacakan versi asli berbahasa Jerman, sementara Agus R. Sarjono membawakannya dalam bahasa Indonesia, memberikan pengalaman yang memperlihatkan keindahan dua tradisi bahasa yang berbeda.

Baca Juga:KSEI Gandeng BEI dan KPEI Edukasi Investor Bandung, Investor Muda Jadi Motor Pasar Modal  Indodana PayLater Perkuat Ekosistem Bisnis Jawa Barat, Ajak Merchant Manfaatkan Social Commerce dan Pembiayaan

Acara kemudian ditutup dengan sesi bedah buku yang menghadirkan Ilham Akbar Habibie, Agus R. Sarjono, dan Berthold Damshäuser. Diskusi tersebut mengulas sejarah perkembangan sastra Jerman, relevansi karya-karya klasik di era modern, serta tantangan menerjemahkan teks yang sarat dengan nilai filosofis.

Kini, Antologi Puisi Agung Jerman resmi beredar dan diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi akademisi, mahasiswa, peneliti sastra, kolektor buku, maupun masyarakat umum yang ingin memperluas wawasan mengenai khazanah pemikiran dunia melalui karya-karya puisi para maestro Jerman. (*)

0 Komentar