Kemudian aku bermimpi, seakan-akan ada suara yang berkata kepadaku: ‘Apakah engkau heran karena permohonanmu belum dikabulkan?
Tahukah engkau apa yang sebenarnya engkau minta? Sesungguhnya engkau meminta kepada Allah agar Dia mencintaimu.
Bukankah engkau telah mendengar firman Allah Ta’ala:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Jumat 12 Desember 2025Teks Khutbah Jumat 12 Desember 2025: Peran Aktif Tokoh Agama dan Masyarakat di Tengah Bencana
Apakah jamaah sekalian mengira bahwa dikabulkannya doa untuk mendapatkan tobat nasuha adalah perkara yang kecil dan remeh?
Renungkanlah bagaimana para imam terdahulu begitu tekun dan bersungguh-sungguh dalam memperbaiki serta membersihkan hati mereka, sekaligus mempersiapkan bekal terbaik untuk kembali menghadap Allah di akhirat kelak.
Kita semua adalah manusia yang lemah, tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Setiap dari kita pasti pernah melakukan kesalahan dan kekhilafan, baik sengaja ataupun tidak.
Terkadang kita merasa bahwa dosa-dosa kita terlalu banyak sehingga seolah-olah Allah tidak akan mengampuni kita.
Namun, ketahuilah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dia Maha Pengampun lagi Maha Pemurah.
Sudah sepatutnya seorang mukmin meyakini hal tersebut. Sebagaimana diungkapkan dalam salah satu bait Burdah karya Imam al-Busyiri:
يَا نَفْسُ لَا تَقْنَطِيْ مِنْ زَلَّةٍ عَظُمَتْ ۞ إِنَّ الْكَبَآئِرَ فِيْ الغُفْرَانِ كَاللَّمَمِ
Artinya, “Wahai jiwa, janganlah putus asa karena dosa besar yang telah dilakukan. Sesungguhnya dosa-dosa besar dalam luasnya ampunan Allah seperti kecil dan ringan.” Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Baca Juga:Perkuat Pendidikan Vokasi di Karawang Melalui Program Astra Honda Berbagi IlmuAdMedika Kembali Raih Predikat “Trusted Company” pada CGPI Award 2025
Syair ini mengingatkan kita agar tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah, betapapun besarnya dosa yang pernah kita lakukan.
Ampunan-Nya begitu luas sehingga dosa-dosa besar pun dapat menjadi ringan apabila seorang hamba kembali dengan hati yang tulus dan penuh penyesalan.
Maka sudah sepantasnya kita menempuh jalan tobat dengan penuh harap dan rendah hati, sebagaimana teladan Rasulullah SAW yang selalu memohon ampunan kepada Allah dalam setiap majelisnya.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ: إِنْ كُنَّا لَنَعُدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَجْلِسِ الْوَاحِدِ مِائَةَ مَرَّةٍ: رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Artinya, “Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Dahulu kami menghitung, dalam satu majelis Rasulullah SAW mengucapkan sebanyak seratus kali: ‘Ya Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkaulah Dzat yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.’”
