Teks Khutbah Jumat 12 Desember 2025: Menggapai Ampunan Allah Melalui Tobat yang Tulus

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang menggapai ampunan Allah melalui tobat yang tulus. (Pixabay/HamidReyaz1)
0 Komentar

KURASI MEDIA – Teks khutbah Jumat 12 Desember 2025 yang bisa dibacakan oleh para khatib pada pelaksanaan sholat Jumat, nanti. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Teks Khutbah Jumat 12 Desember 2025 kali ini, akan membahas mengenai “Menggapai Ampunan Allah Melalui Tobat yang Tulus”.

Tobat merupakan langkah awal yang harus ditempuh seorang mukmin dalam upayanya meraih ridha Allah Ta’ala.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Jumat 12 Desember 2025Teks Khutbah Jumat 12 Desember 2025: Peran Aktif Tokoh Agama dan Masyarakat di Tengah Bencana

Namun dalam praktiknya, tobat sering kali ditunda atau bahkan diabaikan dengan berbagai alasan yang sebenarnya hanya menjadi pembenaran atas kemalasan diri.

Karena itu, sangat penting bagi kita untuk menyadari bahwa tobat adalah fondasi utama yang menentukan arah dan kualitas langkah kita berikutnya dalam mencari keridhaan Allah.

Teks Khutbah Jumat

Melansir dari laman NU Online, berikut teks khutbah Jumat 12 Desember 2025 yang membahas tentang menggapai ampunan Allah melalui tobat yang tulus.

Khutbah I

‎الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَوْضَحَ لَنَا شَرَائِعَ دِيْنِهِ وَمَنَّ عَلَيْنَا بِتَنْزِيلِ كِتَابِهِ وَأَمَدَّنَا بِسُنَّةِ رَسُولِهِ، فَلِلّٰهِ الْحَمْدُ عَلَى مَا أَنْعَمَ بِهِ مِنْ هِدَايَتِهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى خَيْرِ الْإِنْسَانِ مُبَيِّنًا عَلَى رِسَالَةِ الرَّحْمَنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ الْمَحْبُوْبِيْنَ جَمِيْعًا, وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مُوْقِنٍ بِتَوْحِيْدِهِ، مُسْتَجِيْرٍ بِحَسَنِ تَأْيِيْدِهِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّداً عَبْدُهُ الْمُصْطَفَى، وَأَمِيْنُهُ الْمُجْتَبَي وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلَى كَافَةِ الْوَرَى أَمَّا بَعْدُ: فَيَاأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى مَا هَدَاكُمْ لِلإِسْلاَمِ، وَأَوْلاَكُمْ مِنَ الْفَضْلِ وَالإِنْعَامِ، وَجَعَلَكُمْ مِنْ أُمَّةِ ذَوِى اْلأَرْحَامِ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Pada hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada diri khatib sendiri dan kepada seluruh jamaah sekalian, marilah kita senantiasa menjaga serta meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala.

Ketakwaan adalah sebaik-baik bekal yang akan kita bawa ketika kelak menghadap Allah pada hari kiamat. Allah Ta’ala berfirman:

‎وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ

Artinya, “Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS Al-Baqarah 197). Takwa adalah upaya kita mengerahkan seluruh kemampuan untuk melaksanakan perintah Allah Ta’ala dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita memulai kembali langkah ketakwaan kita dengan istiqamah dalam bertobat. Tobat merupakan fondasi utama bagi seorang mukmin untuk mencapai derajat ketakwaan.

Baca Juga:Perkuat Pendidikan Vokasi di Karawang Melalui Program Astra Honda Berbagi IlmuAdMedika Kembali Raih Predikat “Trusted Company” pada CGPI Award 2025

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Abdul Wahab Asy-Sya’rani dalam karyanya al-Minah as-Saniyah:

‎وَبَدَأَ الشَّيْخُ بِالتَّوْبَةِ لِأَنَّهَا أَسَاسُ كُلِّ مَقَامٍ يَتَرَقَّى إِلَيْهِ الْعَبْدُ حَتَّى يَمُوتَ، فَكَمَا أَنَّ مَنْ لَا أَرْضَ لَهُ لَا بِنَاءَ لَهُ، كَذَلِكَ مَنْ لَا تَوْبَةَ لَهُ فَلَا حَالَ لَهُ وَلَا مَقَامَ

Artinya, “Syaikh Al-Matbuly mengawali wasiatnya dengan masalah tobat, karena tobat merupakan fondasi bagi setiap kedudukan yang kepada-Nya lah seorang hamba hendak menaiki hingga meninggal dunia. Ibarat orang yang tidak memiliki tanah, ia pun tidak memiliki bangunan, demikian pula dengan orang yang tidak istiqamah bertobat, maka baginya tidak ada kedudukan dan derajat (ketakwaan) di sisi Allah Ta’ala”.

0 Komentar