KURASI MEDIA – Teks khutbah Jumat 8 Mei 2026 yang bisa dibacakan oleh para khatib pada pelaksanaan sholat Jumat, nanti.
Teks Khutbah Jumat 8 Mei 2026 kali ini, akan membahas mengenai “Korupsi, Kejahatan Luas Biasa yang Mengkhianati Amanah”.
Korupsi merupakan praktik kriminal yang sudah lumrah terdengar di negeri ini.
Baca Juga:Wagub Jateng Kawal Kasus Kekerasan Seksual di Pati, Jamin Pendidikan dan Pendampingan Hukum KorbanHonda Sonic Club Bandung Rayakan Satu Dekade, Satukan Ratusan Bikers dalam Semangat Brotherhood
Bahkan, saking lumrahnya sehingga dianggap sebagai pelanggaran yang memalukan bila mencapai nominal tertentu.
Maka bila korupsinya tidak mencapai nominal tersebut, akan dianggap biasa, bahkan terkadang dianggap bukan sebagai tindakan kriminal.
Teks Khutbah Jumat
Melansir dari laman NU Online, berikut teks khutbah Jumat 8 Mei 2026 yang membahas tentang korupsi kejahatan luar biasa yang mengkhianati amanah.
Khutbah I
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي أَمَرَ بِٱلصِّدْقِ وَٱلْأَمَانَةِ، وَنَهَىٰ عَنِ ٱلْخِيَانَةِ وَٱلظُّلْمِ وَٱلْفَسَادِ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَتُوبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ ٱللَّهِ، ٱتَّقُوا ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوا أَنَّ ٱلصِّدْقَ نَجَاةٌ وَٱلْأَمَانَةَ كَرَامَةٌ، وَأَنَّ ٱلْخِيَانَةَ مَهْلَكَةٌ وَنَدَامَةٌ، فَكُونُوا مِنَ ٱلصَّالِحِينَ ٱلْمُفْلِحِينَ.
Ma’asyiral Muslimin Hafizakumullah
Segala puji hanyalah milik Allah semata. Shalawat dan salam semoga senantiasa kita haturkan bagi Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.
Berkat perjuangan mereka semua, kita bisa menikmati indahnya iman dan Islam di hari ini.
Khatib juga mengajak kita semua untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa.
Ketakwaan yang tidak hanya berdimensi kesalehan personal, tetapi juga kesalehan sosial, yakni menunaikan amanah yang diemban masing-masing dari kita, terlebih bagi mereka yang memegang posisi-posisi penting di negeri ini.
Baca Juga:30 Kode Redeem Free Fire Kamis 7 Mei 2026: Gratis Skin dari Garena, Klaim Sebelum Hangus!Bumi Berseru Fest 2025: Telkom Apresiasi 17 Inovator Lingkungan Terbaik
Amanah yang dimaksud berkaitan langsung dengan urusan publik dan kemaslahatan orang banyak.
Dan perlu diingat, kekuasaan atau jabatan tidak hanya melekat pada pemangku negara. Ia bisa hadir dalam ruang lingkup yang lebih kecil, seperti pimpinan lembaga atau badan otonom lainnya.
Di dalam ruang-ruang semacam itu ada penyakit kronis yang dapat merusak tatanan kehidupan, yaitu korupsi.
Korupsi bisa saja dalam bentuk menerima suap, bisa juga berupa melambungkan anggaran, pemerasan demi mempermudah urusan, serta bisa berwujud gratifikasi.
Seluruh ragam bentuk korupsi tersebut tetap akan bermuara pada satu masalah utama, yaitu merugikan dan mengambil hak orang lain.
Di sinilah letak kesalahannya sehingga korupsi disebut pelanggaran dan pengkhianatan amanah.
Ma’asyiral muslimim hafizakumullah
Dalam khazanah fiqih, tindakan korupsi memiliki kedekatan makna dengan konsep ghulul (الغلول), yaitu mengambil harta dengan cara tidak sah sebab seharusnya menjadi milik umum.
