Teks Khutbah Jumat 8 Mei 2026: Korupsi, Kejahatan Luas Biasa yang Mengkhianati Amanah

Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang korupsi. (Pixabay/sajinka2)
0 Komentar

Dana yang seharusnya digunakan untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kesejahteraan rakyat, misalnya, justru hilang atau setidaknya berkurang karena diselewengkan.

Di sinilah letak mengapa korupsi dapat disebut sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime).

Perbuatan tersebut melibatkan kekuasaan yang dipangku, merugikan banyak pihak, dan berdampak jangka panjang.

Baca Juga:Wagub Jateng Kawal Kasus Kekerasan Seksual di Pati, Jamin Pendidikan dan Pendampingan Hukum KorbanHonda Sonic Club Bandung Rayakan Satu Dekade, Satukan Ratusan Bikers dalam Semangat Brotherhood

Bahkan sering kali, akibatnya tidak langsung terlihat, tetapi perlahan merusak sendi-sendi kehidupan.

Ma’asyiral Muslimin Hafizakumullah

Korupsi sering kali dimulai dari hal kecil, di antaranya memanfaatkan jabatan, mengambil sedikit demi sedikit, atau mencari celah dalam sistem.

Namun, yang kecil itu jika dibiarkan akan menjadi besar. Perbuatan kecil tersebut, jika dilakukan oleh ribuan orang, akan dianggap biasa, bahkan dinormalisasi menjadi budaya. Ketika sudah menjadi budaya, sulit untuk diberantas.

Karena itu, pencegahan korupsi harus dimulai dari kesadaran pribadi. Setiap kita harus bertanya pada diri sendiri, apakah kita sudah menjaga amanah dengan benar.

Apakah kita jujur dalam pekerjaan kita? Apakah kita mengambil sesuatu yang bukan hak kita, walaupun kecil?

Kita harus mengingat bahwa harta yang haram tidak akan membawa keberkahan. Mungkin harta tersebut bertambah secara jumlah, tetapi pasti mengurangi ketenangan.

Mungkin harta tersebut terlihat menguntungkan, tetapi pada akhirnya membawa kerugian yang besar, baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Baca Juga:30 Kode Redeem Free Fire Kamis 7 Mei 2026: Gratis Skin dari Garena, Klaim Sebelum Hangus!Bumi Berseru Fest 2025: Telkom Apresiasi 17 Inovator Lingkungan Terbaik

Marilah kita jadikan khutbah ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Jika kita diberi amanah, jagalah dengan penuh tanggung jawab.

Jika kita memiliki kewenangan, gunakanlah untuk kemaslahatan. Dan jika kita melihat penyimpangan, jangan diam, tetapi berusaha memperbaiki sesuai kemampuan kita.

Semoga Allah menjaga kita dari perbuatan khianat, membersihkan hati kita dari kecintaan terhadap yang haram, dan menjadikan kita hamba-hamba yang amanah dalam setiap urusan.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ.

Khutbah II

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ، حَمْدًا يَلِيقُ بِجَلَالِ وَجْهِهِ وَعَظِيمِ سُلْطَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ ٱللَّهِ. ٱللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ ٱللَّهِ، ٱتَّقُوا ٱللَّهَ، وَرَاقِبُوهُ فِي ٱلسِّرِّ وَٱلْعَلَنِ، وَٱعْلَمُوا أَنَّ ٱلْأَمَانَةَ دِينٌ، وَأَنَّ ٱلْخِيَانَةَ دَمَارٌ لِلْفَرْدِ وَٱلْمُجْتَمَعِ. ٱللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ ٱلْخِيَانَةِ، فَإِنَّهَا بِئْسَتِ ٱلْبِطَانَةُ. ٱللَّهُمَّ ٱجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ ٱلصِّدْقِ وَٱلْأَمَانَةِ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ ٱلْغَدْرِ وَٱلْخِيَانَةِ. ٱللَّهُمَّ ٱرْزُقْنَا خَشْيَتَكَ فِي ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَادَةِ، وَٱجْعَلْنَا مِمَّنْ يُؤَدُّونَ ٱلْحُقُوقَ إِلَىٰ أَهْلِهَا. ٱللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَقْوَاتِنَا، وَأَبْعِدْ عَنَّا ٱلْحَرَامَ، وَأَغْنِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ. ٱللَّهُمَّ أَصْلِحْ شَبَابَ ٱلْمُسْلِمِينَ، وَٱهْدِ قَادَتَهُمْ، وَأَصْلِحْ أَحْوَالَهُمْ، وَٱجْعَلْ هَٰذَا ٱلْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلاَدِ ٱلْمُسْلِمِينَ. عِبَادَ ٱللَّهِ، ٱذْكُرُوا ٱللَّهَ يَذْكُرْكُمْ، وَٱشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ، وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Teks khutbah ini ditulis oleh M. Syarofuddin Firdaus, Dosen Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah Ciputat.

Sumber: NU Online. (*)

0 Komentar