Pantura Jateng Masuk Prioritas Awal Penanganan Rob dan Abrasi

Rilis Jateng
Pantura Jateng Masuk Prioritas Awal Penanganan Rob dan Abrasi.
0 Komentar

AHY menegaskan, penanganan Pantura Jawa tidak bisa dilakukan secara seragam.

Setiap wilayah memiliki kondisi dan kebutuhan berbeda, sehingga solusi harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.

Ia mencontohkan, perlindungan pesisir tidak selalu berbentuk tanggul raksasa dari ujung ke ujung. Solusi dapat berupa kombinasi infrastruktur fisik, green solution, hingga pendekatan berbasis alam seperti mangrove.

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan menyampaikan, penanganan Pantura Jawa akan dibagi berdasarkan segmentasi wilayah.

Baca Juga:Link Live Streaming Persib vs PSIM Yogyakarta di Pekan 31 Super League 2025/202630 Kode Redeem FC Mobile Senin 4 Mei 2026: Klaim Pemain Gacor untuk Perkuat Tim Kamu!

Untuk Jawa Tengah, salah satu fokusnya berada di kawasan Kendal–Semarang.

Didit mengatakan, kawasan Teluk Jakarta dan Kendal–Semarang telah menjalani sejumlah kajian teknis, seperti soil investigation, batimetri, dan pendalaman model penanganan lapangan.

“Pelaksanaan kegiatan ini tentunya bersama-sama dengan pemerintah daerah setempat, tidak bisa sendiri-sendiri,” kata Didit.

Jawa Tengah memiliki garis pantai sepanjang 1.127,85 kilometer, dengan wilayah Pantura sepanjang 651,47 kilometer.

Kawasan ini menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus rentan bencana pesisir.

Sejumlah persoalan yang dialami di wilayah pesisir Jateng diantaranya abrasi, banjir rob, penurunan muka tanah, kerusakan ekosistem pesisir, dan pencemaran.

Pemprov Jateng telah menjalankan sejumlah upaya pengelolaan pesisir, antara lain rehabilitasi ekosistem melalui program Mageri Segoro, pengembangan ruang karbon biru, kawasan konservasi perairan, serta pembangunan sarana pelindung pantai.

Sepanjang 2025, penanaman sekitar 2,3 juta batang mangrove dilakukan melalui program Mageri Segoro bersama TNI, Polri, kelompok tani hutan, badan usaha, lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi, dan pegiat lingkungan.

Baca Juga:Update Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Senin 4 Mei 2026Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Senin 4 Mei 2026

Sejumlah infrastruktur pelindung pantai juga didorong di Jawa Tengah, seperti Tol Tanggul Laut Semarang–Demak, tanggul pantai di Kota Pekalongan dan Rembang, breakwater di Kota Pekalongan, serta rencana Hybrid Sea Wall di Kabupaten Demak.

Dalam kegiatan ini, turut hadir sejumlah kepala daerah di wilayah Pantura Jawa Tengah, antara lain Kota Semarang, Kota dan Kabupaten Tegal, Demak, Kendal, Pemalang, Pekalongan, Rembang, dan Jepara. (*)

0 Komentar