KURASI MEDIA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang terjadi hari ini. Sejumlah kota besar di Indonesia diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas beragam, mulai dari ringan hingga lebat, bahkan berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Prakirawan BMKG, Diah Ayu R, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh adanya pola konvergensi atmosfer yang cukup luas di berbagai wilayah Indonesia. Fenomena tersebut meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
Pola Konvergensi Picu Hujan Intens di Berbagai Wilayah
BMKG mencatat jalur konvergensi memanjang dari perairan utara Papua hingga wilayah barat Indonesia seperti Sumatera. Area yang terdampak meliputi Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, hingga sebagian Jawa dan Kalimantan.
Baca Juga:Resmi Dilantik! Ini Profil Lengkap Jumhur Hidayat Menteri Lingkungan HidupLolos atau Tidak? Cek Hasil Seleksi KDMP KNMP 2026 di Link Resmi Ini
Selain itu, fenomena serupa juga terdeteksi di kawasan Indonesia timur, termasuk Laut Sulawesi, Maluku, Laut Flores, hingga Papua. Kondisi ini menjadi pemicu utama terbentuknya awan hujan tebal yang berpotensi menyebabkan hujan lebat dengan durasi lebih lama.
Daftar Kota Besar yang Perlu Waspada
Sejumlah kota besar diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, di antaranya:
- Padang
- Mataram
- Palu
- Nabire
Sementara itu, kota lain seperti Banda Aceh, Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, hingga Surabaya berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang.
Wilayah Kalimantan seperti Pontianak, Banjarmasin, dan Samarinda, serta kawasan timur seperti Makassar, Manado, Ambon, dan Jayapura juga masuk dalam kategori waspada.
Namun, beberapa kota seperti Pekanbaru, Jambi, Pangkal Pinang, dan Kupang diprakirakan hanya mengalami kondisi berawan.
Ancaman Kemarau Panjang 2026 Mengintai
Di tengah potensi hujan saat ini, pemerintah juga mengingatkan ancaman kemarau panjang yang diprediksi terjadi pada 2026.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga tujuh bulan, dengan puncak pada Agustus hingga September.
Baca Juga:Ditangkap di Phuket, WNI Buronan FBI Hadapi Ekstradisi ke AmerikaIni Dia 30 Kode Redeem FC Mobile yang Masih Aktif Hari Senin 27 April 2026, Klaim Sekarang!
Curah hujan yang diprediksi menjadi yang terendah dalam tiga dekade terakhir berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah rawan seperti Riau, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan.
Mitigasi dan Imbauan untuk Masyarakat
